Skip to main content
x
Desa Air Payangan Tanam Jagung di Lahan 2 Hektare untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Desa Air Payangan Tanam Jagung di Lahan 2 Hektare untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Wartaprima.com – Pemerintah Desa Air Payangan, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, melaksanakan program ketahanan pangan melalui kegiatan penanaman jagung di Dusun Tiga, dengan memanfaatkan lahan seluas 2 hektare. Program ini merupakan bagian dari realisasi 20% Dana Desa yang dialokasikan khusus untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Talo Uniko Setiawan,SE. M.Si.,dan jajaran nya, Kepala Desa Perianto, perwakilan Polres Seluma, pengurus BUMDes Maju Jaya, pendamping desa, Ketua BPD, petugas penyuluh lapangan (PPL), serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Air Payangan menyampaikan bahwa penanaman jagung menjadi fokus utama ketahanan pangan di desa tersebut, dan pelaksanaannya dikelola oleh BUMDes Maju Jaya.

 “Dengan adanya dukungan dana desa, kami berharap program ini tidak hanya mendukung swasembada pangan, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian warga,” ujarnya.

Camat Talo, Yuniko Setiawan,SE. M.Si. menjelaskan bahwa seluruh desa di Kecamatan Talo telah mengalokasikan Dana Desa untuk ketahanan pangan sesuai regulasi nasional. Namun, bentuk kegiatan disesuaikan dengan karakteristik geografis masing-masing desa.

“Sebagian desa menanam jagung, sementara desa lain, seperti Harapan Mulia, mengembangkan budidaya ikan karena memiliki potensi kolam. Pendekatan ini menyesuaikan dengan potensi lokal agar hasilnya optimal,” jelas Uniko.

Ia menambahkan bahwa pihak kecamatan terus mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan di seluruh desa, dan memastikan program berjalan sesuai aturan.

“Kami mengingatkan seluruh desa agar menyelesaikan kegiatan ketahanan pangan tepat waktu, termasuk tahap pemeliharaan hingga panen. Ini merupakan bagian dari komitmen kita bersama dalam mendukung swasembada pangan nasional,” tegasnya.

Program ini menjadi bukti nyata pemanfaatan Dana Desa yang strategis, tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga sebagai upaya konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan. ( jajang)