Cegah Gangguan Keamanan, Rutan Bengkulu Perbaiki Tembok dan Sarana Pengamanan
BENGKULU – Dalam upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban (kamtib), Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu melakukan serangkaian perawatan terhadap sarana pengamanan statis. Kegiatan ini menjadi langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtib yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Salah satu bentuk perawatan yang dilakukan adalah perbaikan plat besi pada tembok pengaman bagian luar Rutan. Plat besi tersebut merupakan bagian dari sistem pengamanan yang berfungsi sebagai penguat tembok utama guna mencegah upaya pelarian maupun tindakan-tindakan lain yang dapat mengganggu stabilitas keamanan Rutan.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menjelaskan bahwa pemeliharaan sarana pengamanan statis merupakan agenda rutin yang menjadi perhatian serius jajaran pengamanan. “Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan Rutan dengan maksimal. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah memastikan seluruh sarana pengamanan, baik statis maupun dinamis, dalam kondisi baik dan berfungsi optimal,” ujar Yulian saat dikonfirmasi pada Kamis (24/4).
Ia menambahkan bahwa tembok pengaman luar merupakan lapisan pertahanan utama yang tidak boleh mengalami kerusakan sedikit pun. Oleh karena itu, jika ditemukan adanya bagian yang mulai aus atau mengalami keretakan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan.
Perbaikan plat tembok pengaman dilakukan oleh petugas teknis Rutan Bengkulu bekerja sama dengan narapidana binaan kerja yang telah memenuhi syarat untuk membantu dalam kegiatan kemandirian. Proses perbaikan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan standar keamanan dan keselamatan kerja.
Kepala Sub Seksi Pengelolaan, Hengki Alowan, menuturkan bahwa kegiatan perawatan ini tidak hanya mencakup plat besi tembok luar, tetapi juga akan dilanjutkan ke sarana pengamanan lainnya seperti pagar kawat berduri, pintu-pintu utama, serta sistem penerangan di area perimeter. “Kami akan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas pengamanan statis. Tidak hanya yang terlihat rusak, tetapi juga potensi kerusakan yang bisa terjadi ke depan,” jelas Hengki.
Ia juga menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi manajemen risiko di lingkungan pemasyarakatan, mengingat pentingnya deteksi dini dalam mencegah gangguan kamtib. Dengan adanya perawatan sarana pengamanan ini, Rutan Bengkulu berharap dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh penghuni, petugas, maupun pengunjung.
“Kami ingin memastikan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab petugas pengamanan saja, tetapi menjadi budaya bersama di lingkungan Rutan. Perawatan fasilitas seperti ini menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas tersebut,” tutup Hengki.
