Skip to main content
x
rutan

Doa Bersama 10 Muharam, Rutan Bengkulu Bangun Spirit Hijrah di Balik Jeruji

Bengkulu – Dalam rangka memperingati 10 Muharam 1447 Hijriah, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu menggelar kegiatan doa bersama yang penuh khidmat. Acara ini dilaksanakan pada Minggu (6/&) malam bertempat di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta petugas Rutan dengan semangat kebersamaan dan harapan akan perubahan diri yang lebih baik.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando menjelaskan bahwa doa bersama ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kerohanian bagi warga binaan. Momentum 10 Muharam atau yang dikenal juga sebagai Hari Asyura dipandang sebagai saat yang tepat untuk merenungkan makna hijrah, pengampunan, dan peningkatan kualitas keimanan.

“Kami ingin memfasilitasi warga binaan agar tetap dapat menjalankan nilai-nilai spiritual meski sedang menjalani masa pidana. Doa bersama ini juga menjadi ajang refleksi diri bagi mereka untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkap Yulian.

Acara doa bersama dimulai selepas salat Magrib berjamaah dan dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Pembina Kerohanian Rutan Bengkulu, Nanang Darmawan. Dalam tausiyahnya, Nanang mengangkat tema pentingnya taubat, sabar, dan memanfaatkan bulan Muharam sebagai kesempatan memperbaiki diri. Ia juga mengajak seluruh warga binaan untuk tidak putus asa atas kesalahan di masa lalu, karena pintu ampunan Allah selalu terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh ingin berubah.

“Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, tapi yang terbaik adalah yang mau bertobat dan memperbaiki diri. Jadikan Muharam ini awal baru untuk kehidupan yang lebih baik, meski saat ini saudara-saudara berada di balik jeruji,” ujar Nanang dalam tausiyahnya.

Usai tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin digelar Rutan Bengkulu. Melalui pendekatan keagamaan, pihak Rutan berharap warga binaan mampu mengubah pola pikir dan perilaku ke arah yang lebih positif.