Skip to main content
x
Politik
Foto Bersama

Gubernur Rohidin Ajak Perangi 'Money Politi' Pada Pilkada

Wartaprima.com - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, mengajak masyarakat provinsi Bengkulu untuk mensukseskan pemilihan kepala daerah Bengkulu yang akan digelar KPU pada tahun 2020 mendatang. 

Dikatakannya, pilkada adalah bagian utama dari program pembangunan pemerintah khususnya dalam bidang pemerintahan yang juga harus sukses sebagaimana pembangunan-pembangunan yang lain.

Menurut Rohidin, hasil suatu pilkada sangat ditentukan oleh kecerdasan, ketepatan dan nilai nilai demokrasi yang dibangun pada saat penyelenggraan pilkada tersebut. 

Untuk itu dirinya mengajak masayarakat Bengkulu untuk memerangi money politik, black campaign dan sikap apatis yang sering menciderai penyelenggraan pilkada atau pemilu.  

"ini butuh dukungan dan partisipasi masyarakat yang setinggi-tingginya. Diharapkan pada waktunya dapat menggunakan hak suara secara benar, demokratis dan cerdas memilih pemimpin Bengkulu lima tahun ke depan" tuturnya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Rohidin Mersyah, saat menghadiri launching tahapan penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Bengkulu tahun 2020, yang digelar KPU Provinsi Bengkulu di lapangan Stadion Semarak Sawah Lebar, Sabtu pagi (23/11/19).

Launching tahapan Pilkada Bengkulu ini diawali dengan jalan sehat dan senam germas yang juga diikuti Kapolda Bengkulu Irjen Pol Supratman, Komisioner KPU Kabupaten atau Kota se-Provinsi Bengkulu, Unsur FKPD, Kepala OPD lingkungan Pemprov Bengkulu, para pelajar dan mahasiswa sebagai pemilih pemula serta masyarakat. 

Dikatakan ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Saputra, dengan melakukan launching ini, KPU Provinsi Bengkulu mengumumkan siap menggelar pilkada 2020. Kesiapan tersebut baik disisi regulasi peraturan maupun anggaran.

"Kita memberitahu pada seluruh lapisan masyarakat. Juga mengundang pengurus partai politik, ormas, organisasi, mahasiswa, serta pihak lainnya. Kegiatan ini juga sekaligus memperkenalkan maskot dan jingle pilgub dalam bentuk sosialisasi langsung," ungkap irwan.

Ia menambahkan secara umum tahapan pilkada 2020 yang telah disusun KPU tidak jauh berbeda dengan pilkada sebelumnya. hanya berbeda pada beberapa item saja dan harus tetap disosialisasikan kepada masyarakat.

Sementara itu Komisioner KPU RI Hasyim Asy'ari yang hadir pada kegiatan ini mengatakan, ada dua makna yang harus dilakukan yaitu integritas proses dan integritas hasil maka mau tidak mau harus diawali dari penyelenggara pemilu yang berintegritas, itu harus dijadikan pedoman. Penyelenggara pemilu yang berintegritas diantaranya, bekerja berdasarkan aturan main yang ada. Jadi tidak boleh penyelenggara pemilu itu bermain-main.

"Karena dalam pilkada ini penanggung jawab akhir adalah KPU pusat, apapun yang terjadi di kabupaten atau kota KPU RI ikut bertanggung jawab dalam konteks pemilihan kepala daerah. Oleh karena itu, saya berharap jika ada potensi masalah harus segera dilaporkan," ungkapnya.

Ia berharap KPU provinsi, kabupaten atau kota bekerja dengan penuh tanggung jawab, dan hasil kinerjanya dapat dipertanggung jawabkan. (MC) 

ADS-001

Facebook comments

Promotion

Adsense Page