Skip to main content
x
rutan

Irama Rebana, Irama Pembinaan: Rutan Bengkulu Gelar Latihan Hadroh Rutin

Bengkulu — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan positif dan religius. Salah satu kegiatan yang tengah rutin digelar adalah latihan hadroh, yang dilaksanakan di Masjid At-Taubah, lingkungan Rutan Bengkulu, pada Sabu (10/5) dengan pendampingan langsung dari petugas pembinaan dan Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan untuk memberikan ruang ekspresi spiritual dan sosial bagi warga binaan. Pada sesi latihan terbaru yang digelar pekan ini, para peserta memulai kegiatan dengan pembacaan doa bersama, menciptakan suasana penuh kekhusyukan dan kedamaian.

Usai doa, pelatihan dilanjutkan dengan sesi pemanasan alat musik dan vokal. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahap latihan, dari pengenalan ritme dasar hingga penguatan kekompakan dalam memainkan alat-alat hadroh seperti rebana dan marawis. Kegiatan yang dipandu oleh petugas pembinaan ini kali ini memfokuskan pada latihan kekompakan ritme serta variasi lagu-lagu religi yang sering ditampilkan dalam acara keagamaan di lingkungan Rutan.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengisi waktu para WBP dengan hal positif, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial mereka. Kekompakan dalam grup hadroh mencerminkan pentingnya kerja sama dan rasa saling menghargai di antara sesama,” ujar Rafi.

Suasana latihan tampak hidup dan penuh semangat. Para peserta terlihat tertib dan mengikuti arahan dengan serius. Meski berada di dalam lingkungan tertutup, semangat berkesenian dan beribadah para WBP tak luntur. Bahkan, beberapa di antara mereka sudah mulai menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam memimpin lagu dan menjaga ritme kelompok.

Dalam kesempatan tersebut Rafi juga memberikan arahan langsung kepada para peserta. Rafi menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta memelihara nilai spiritual dalam setiap penampilan hadroh.

“Latihan ini bukan sekadar bermain musik, tetapi juga bentuk ibadah dan pembinaan karakter. Kami ingin para warga binaan memiliki bekal rohani yang kuat, yang dapat menjadi pegangan hidup mereka kelak setelah bebas,” ujar Rafi.

Kegiatan latihan hadroh ini mendapat respons positif dari para peserta. Mereka merasa mendapatkan kesempatan untuk mengekspresikan diri secara positif sekaligus memperkuat keimanan. Beberapa WBP bahkan mengungkapkan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan diperluas dengan pelatihan lainnya seperti ceramah keagamaan atau pelatihan tilawah.

Dengan adanya kegiatan ini, Rutan Bengkulu berharap dapat menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis, religius, dan edukatif, sehingga para warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.