Kepala KPR Bengkulu Ahmad Gunawan Tegaskan Komitmen Zero Halinar di Hadapan Warga Binaan
Bengkulu – Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Bengkulu, Ahmad Gunawan, memberikan arahan penting kepada seluruh warga binaan di Rutan Kelas IIB Bengkulu. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan utama Rutan Bengkulu dan dihadiri oleh ratusan warga binaan serta jajaran petugas pemasyarakatan. Dalam sambutannya, Gunawan menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan serta mengajak seluruh warga binaan untuk menjalani masa pidana dengan tertib dan penuh kesadaran.
Ahmad Gunawan, yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu, menyampaikan bahwa keamanan dan ketertiban (kamtib) merupakan pondasi utama dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang manusiawi dan berkeadilan. “Rutan bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat pembinaan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh rekan-rekan warga binaan untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif dan saling menghormati satu sama lain,” ujarnya.
Dalam arahannya, Gunawan juga menekankan pentingnya mewujudkan zero halinar, yakni kondisi tanpa adanya handphone, pungutan liar (pungli), dan narkoba. Menurutnya, zero halinar bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama yang harus dijaga oleh seluruh unsur di dalam rutan. “Tidak boleh ada handphone yang disalahgunakan, tidak ada pungutan liar yang merugikan, dan tidak boleh ada narkoba dalam bentuk apapun. Kami akan lakukan pengawasan ketat dan tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran,” tegasnya.
Selain itu, ia juga memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban warga binaan pemasyarakatan (WBP). Gunawan menjelaskan bahwa setiap warga binaan memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, pembinaan kepribadian dan kemandirian, serta hak untuk mengajukan remisi atau pembebasan bersyarat. Namun, hak-hak tersebut hanya dapat diperoleh jika warga binaan menjalankan kewajibannya, yaitu mematuhi tata tertib, mengikuti program pembinaan, dan tidak melakukan pelanggaran.
“Bagi warga binaan yang berperilaku baik dan taat aturan, kami pastikan hak-haknya akan diberikan sesuai ketentuan. Tapi bagi yang melanggar, kami tidak akan segan memberikan sanksi. Prinsipnya, pembinaan berjalan dengan adil dan transparan,” tambahnya.
Arahan yang disampaikan Ahmad Gunawan mendapat respon positif dari para warga binaan. Mereka menyambut baik kehadiran pimpinan baru yang dinilai tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Dengan kepemimpinan baru dan semangat pembaruan, Rutan Kelas IIB Bengkulu optimis dapat meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan serta membentuk warga binaan yang lebih baik, siap kembali ke masyarakat dengan sikap positif dan produktif.
Di akhir pertemuan, Gunawan juga menyampaikan harapannya agar Rutan Bengkulu dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam hal pembinaan dan pelaksanaan tata tertib. “Kita semua di sini adalah bagian dari sistem yang saling terhubung. Mari kita jadikan rutan ini sebagai tempat pembinaan yang benar-benar memberi perubahan bagi masa depan para warga binaan,” pungkasnya.
