Kurangi Overkapasitas, 17 Warga Binaan Rutan Bengkulu Diajukan Program Integrasi
Bengkulu – Sebanyak 17 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu disetujui untuk diusulkan mengikuti program integrasi. Keputusan itu diambil setelah Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Rutan Bengkulu menggelar sidang pada Sabtu (13/9).
Ketua TPP Rutan Bengkulu, Rafi Rizaldi, mengatakan dari jumlah tersebut, lima orang akan diusulkan melalui program Cuti Bersyarat (CB), sementara 12 orang lainnya melalui Pembebasan Bersyarat (PB). Menurutnya, usulan ini diberikan karena para narapidana telah memenuhi syarat substantif maupun administratif serta dinilai berkelakuan baik selama menjalani masa pidana.
“Sidang TPP hari ini menyetujui 17 orang warga binaan untuk diusulkan integrasi. Mereka sudah memenuhi seluruh persyaratan, baik secara substantif maupun administratif, dan aktif mengikuti program pembinaan yang ada di rutan,” ujar Rafi usai sidang.
Rafi menegaskan, hasil sidang TPP tersebut akan segera disampaikan kepada Kepala Rutan Bengkulu untuk persetujuan lebih lanjut. Setelah itu, pengusulan akan diproses lebih lanjut ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendapatkan keputusan resmi dari Menteri. “Semua hasil sidang ini akan kami laporkan kepada Karutan untuk mendapat persetujuan lebih lanjut. TPP hanya memberikan rekomendasi sesuai hasil penilaian,” katanya.
Program integrasi berupa Cuti Bersyarat maupun Pembebasan Bersyarat merupakan hak narapidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemasyarakatan. Melalui program ini, warga binaan yang memenuhi syarat dapat kembali ke masyarakat lebih cepat dengan status tertentu dan tetap berada dalam pengawasan aparat.
Rafi menilai, pelaksanaan program integrasi tidak hanya bermanfaat bagi narapidana tetapi juga berdampak positif bagi lembaga pemasyarakatan. Dengan adanya integrasi, warga binaan dapat segera berbaur kembali di tengah masyarakat, sementara kondisi hunian rutan yang selama ini padat bisa sedikit berkurang.
“Integrasi bukanlah akhir dari proses pembinaan, melainkan awal dari kembalinya warga binaan ke masyarakat. Kami berharap mereka bisa menjaga kepercayaan yang diberikan negara, tidak mengulangi kesalahan, serta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk hidup lebih baik,” tutup Rafi.
