Kecewa Dengan Hasil Pembangunan Desa, Tokoh Masyarakat Minta Untuk Diusut
Wartaprima.com - Pembangunan jalan desa yang yang dianggarkan dari dana desa tahun 2018 oleh Desa Pengubaian Kecamatan Tetap dari anggaran 20% tahap pertama, telah dibangunkan jalan hamparan batu (jalan Padat Karya) dengan panjang lebih kurang 400 M dan lebar 3 M (belum di ukur) dengan jumlah dana Rp 170 juta lebih.
Tokoh Masyarakat sekaligus tokoh agama Desa Pengubaian Sekunyit sekaligus sebagai penghibah tanah untuk jalan tersebut Napis (70) sangat menyayangkan anggaran ratusan juta tersebut di uat diduga asal-asalan, sebab harapan Napis dengan menghibahkan tanah untuk dibuat jalan itu, agar masyarakat untuk mengangkut buah kelapa atau mengangkut hasil tani lainnya bisa dimanfaatkan dengan selamanya.
Tambahnya, saya minta disiram aspal tidak dengan disiram pakai kerokos seperti itu, karana saya khawatir dengan jalan hanya seperti itu sudah dipastikan tidak bisa tahan lama, karena saya bukan fitnah ya, itu bangunan belum di lewati kendaraan setiap hari sudah amblas, bagaimana kalau di ewati kendaraan bawa beban barang kali bisa hancur jalan itu.
"Saya minta ke pihak penegak hukum atau pemerintahan check jalan yang dibangun di desa kami ini, dan jangan didiamkan, sebab yang merasa di rugikan negara termasuk kami masyarakat rugi tidak bisa memanfaatkan bangunan itu," Terangnya.
Sementara Ketua TPK Pengubaian (Pardi) dijumapai di rumahnya jumat, (07/07/18) mengatakan, kalau bangunan itu sudah selesai dan masih menuggu pemeriksaan lagi, ketebalan jalan 10 cm s/d 15 Cm lebar 3 M dan panjang 400 M, kita hanya pekerja apa yang di perintahkan kades itu lah yang kita kerja kan, dan pekerja nya juga langsung dari masyarakat kita kata Pardi. Kalau maslah speek atau jumlah berapa matrial nya kita kurang paham, urusan bayar dan semua itu ada dengan pak kades dan Bendahara, tiggal dikalikan aja ketebalan lebar dan panjangnya saya kurang paham," kata ketua TPK.
Lanjutnya, kalau masalah jalan saat ini ditutup kita khawatirkan belum diperiksa dan serah terimakan jalan tersebut sudah rusak, makanya kita tutup dulu sementara.
Sementara Kepala Desa pengubaian (Herman), saat dijumapi tiga kali ke rumahnya tidak ada dan tidak dapat ditemui. Sampai berita ini diterbitkan Kepala Desa Pengubaian belum dapat dimintai keterangan. {Jhon}
