Podcast Rubero Bengkulu Hadiri Bang Zola Ketua Asprov PSSI Bengkulu
BENGKULU - RUBERO PODCAST kembali melanjutkan episodenya, kali ini Ketua Asprov PSSI Bengkulu Akhmad Mazoola atau Bang Zola, berkesempatan hadir sebagai bintang tamu pada Kamis (13/10) malam. Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu, Farizal Antony kembali memandu langsung jalannya acara yang kali ini mengusung tema terkait tragedi 1 Oktober di Stadion Kanjuruhan Malang.
Dalam kesempatan itu Akhmad Mazoola menyampaikan belasungkawanya atas meninggalnya 132 orang dalam tragedi 1 Oktober 2022 Kanjuruhan Malang saat Arema Malang Bentrok dengan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 Indonesia. Akhmad Mazoola juga menjelaskan Pihak PSSI khususnya Asprov PSS Bengkulu cukup menyayangkan tragedi yang terjadi, menurutnya pihak PSSI tentu akan mempertanggung jawabkan atas kejadian tersebut.
"Tentu kita sangat berduka atas tragedi 1 Oktober lalu, dimana ada 132 korban meninggal saat Arema bentrok dengan Persebaya. Kita tentu sangat mendukung sikap pemerintah yang memberlakukan hukum positif dalam penanganan tragedi tersebut. Terkait adanya tuntutan agar Ketum PSSI mundur, perlu diketahui bahwa segala keputusan dalam PSSI itu harus diambil melalui konggres PSSI. Namun, tentu Pak Iwan selaku Ketum PSSI saat ini akan bertanggung jawab secara penuh dalam penanganan tragedi tersebut," ujar Bang Zola sapaan akrab beliau.
Lebih lanjut Bang Zola juga menyampaikan sejauh ini PSSI telah berusaha memberikan yang terbaik bagi sepak bola Indonesia. Hal ini lanjut Bang Zola dibuktikan dengan
prestasi-prestasi sepak bola Indonesia khususnya dibawah kepemimpinan Iwan Bule.
"Sebenarnya cukup banyak prestasi sepak bola Indonesia saat ini, Tim Senior lolos Piala Asia, Timnas U-20 juga lolos ke Piala Asia, namun memang sangat disayangkan
tragedi di Kanjuruhan tidak bisa kita elakkan," ujar Bang Zola.
Terkait perkembangan sepak bola Bengkulu Bang Zola menjelaskan saat ini Asprov PSSI Bengkulu selaku penyelenggara terus berupaya untuk membantu klub-klub sepak bola di Bengkulu agar dapat berpartisipasi di tingkat nasional.
"Saat ini ada sekitar 27 Tim peserta Liga 3, namum memang berdasarkan instruksi PSSI Pusat terkait tragedi ini, maka untuk sementara gelaran Liga 3 terpaksa dihentikan. Sejauh ini kita terus mengupayakan agar tim-tim di Bengkulu dapat berlaga di panggung nasional. Seperti tahun kemaren ada satu Klub asal Bengkulu Tengah, Harapan Bangsa yang berlaga di tingkat nasional. kedepannya ini akan terus kita tingkatkan," pungkas Bang zola.
