Skip to main content
x
Rutan Bengkulu

Pastikan Kualitas Layanan, Tim Monitoring Survei IPK-IKM Kumham Sambangi Rutan Bengkulu

 

BENGKULU - Tim Monitoring Survei Indeks Persepsi Korupsi dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IPK dan IKM) Kanwil Kemenkumham Bengkulu yang dipimpin langsung oleh Kabid HAM, Nelly Sinarti didampingi Kasubid Pengkajian Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM, Rady Meydiansyah menyambangi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu pada Selasa (28/11). Rombongan disambut langsung oleh Kepala Rutan, Farizal Antony didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan, Medi Ihwandi. Dalam kegiatan tersebut Tim Monitoring melakukan kegiatan verifikasi Lapangan Data Hasil Survei Online IPK dan IKM di Rutan Kelas IIB Bengkulu.  

Kegiatan diawali dengan peninjauan langsung layanan kunjungan di Rutan Kelas IIB Bengkulu. Dalam kesempatan tersebut Nelly juga menyampaikan pentingnya pelaksanaan survey IPK dan IKM sebagai tolak ukur dalam penilaian kualitas layanan yang diberikan terhadap masyarakat. Untuk itu Nelly menghimbau kepada jajaran Rutan Bengkulu agar lebih aktif dalam mensosialisasikan pelaksanaan survey tersebut kepada masyarakat khususnya pengguna layanan.

"Pelaksanaan survey ini merupakan tolak ukur dalam melihat kepuasan masyarakat selaku pengguna layanan terhadap kualitas layanan yang diberikan khususnya di Rutan Kelas IIB Bengkulu. Selain itu hasil survey juga merupakan salah satu unsur penilaian dalam Pelayanan Publik Berbasis HAM (P2HAM). Untuk itu hendaknya pelaksanaan survey ini dapat terus disosialisasikan kepada masyarakat," ujar Nelly.

Selain itu Nelly juga memberikan apresiasi terhadap kualitas pelayanan di Rutan Kelas IIB Bengkulu. Khususnya dalam hal penyediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi pengguna layanan disabilitas maupun golongan rentan. Namun tentunya, lanjut Nelly kualitas layanan tersebut hendaknya turut diperkuat dari hasil survey IKM yang dilaksanakan oleh para responden setiap bulannya.

"Untuk pelayanan dan sarana prasarana di Rutan Bengkulu menurut saya sudah sangat memadai. Untuk sarpras bagi pengguna layanan kategori disabilitas dan kelompok rentan juga sudah lengkap. Namun sayangnya jumlah responden yang melaksanakan survey masih sedikit. Untuk itu mohon kedepannya minimal setiap bulan ada peningkatan responden yang mengisi survei. Tidak hanya untuk masyarakat survey ini juga dapat diikuti oleh  APH yang bersinergi dengan kita. Karena nantinya hasil survey ini juga berpengaruh dalam mewujudkan Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas WBK-WBBM," terang Nelly.

Sementara itu, Karutan Bengkulu, Farizal Antony menjelaskan pihaknya telah berupaya untuk mendorong pelaksanaan survey IKM terhadap masyarakat dengan melakukan kegiatan sosialisasi berupa penyediaan barcode survey IKM disejumlah titik area pelayanan. Namun Farizal mengakui memang tantangannya adalah petugas masih harus memberikan sosialisasi secara langsung dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pelasanaan survey tersebut. 

"Untuk mendorong pelaksanaan survey IKM ini kita sudah melaksanakan sosialisasi dengan menyediakan barcode link survey di sejumlah titik area pelayanan. Namun memang terkadang tantangannya kita harus sering mengingatkan dan menjelaskan kepada masyarakat agar bersedia mengisi survey tersebut. Tentunya kedepan kami akan lebih aktif dalam mensosialiasikan pelaksanaan survey tersebut. Kalau untuk kualitas pelayanan sendiri, Rutan Bengkulu terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita terus berbenah dan berupaya melengkapi sarana prasarana yang dibutuhkan agar masyarakat merasa terbantu dan puas pada pelayanan yang kita berikan," pungkas Farizal.