Rutan Bengkulu Ikuti Penguatan ZI Bersama Sesditjenpas Kemenkumham RI, Kejar Zona Integritas WBK dan WBBM
BENGKULU - Dalam upaya untuk memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM), Rutan Kelas IIB Bengkulu mengikuti kegiatan penguatan ZI yang diberikan secara langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Sesditjen PAS), Bapak Anak Agung Gde Krisna. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenkumham Bengkulu tersebut diikuti oleh Karutan Bengkulu, Farizal Antony, Ketua ZI Rutan Bengkulu, Hengki Alowan, seluruh Ketua Pokja Tim ZI Rutan Bengkulu. Sementara itu kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh staf pegawai Rutan Bengkulu lainnya melalui Aplikasi Zoom.
Hadir dalam acara penguatan dan pendampingan ini, Kepala Divisi Pemasyarakatan, para Pejabat Administrator dan Pengawas, para Kepala Unit Pelaksana Teknis, para Ketua dan anggota pokja pembangunan ZI di jajaran Kanwil Kemenkumham Bengkulu. Dalam sambutannya Teguh Wibowo, mewakili Kakanwil menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kedatangan Sesditjen PAS dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Teguh juga berharap kegiatan penguatan ini dapat menjadi motivasi bagi jajaran Kanwil Kemenkumham Bengkulu maupun UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi di bawah naungannya untuk dapat bekerja lebih aktif dalam upaya meraih predikat WBK Tahun 2024.
"Kita berharap kehadiran bapak Sesdit dapat menjadi pelecut semangat dan booster bagi Kanwil Kemenkumham Bengkulu beserta jajaran untuk dapat berkinerja dengan lebih baik dan optimal sehingga mampu menorehkan prestasi sebagai salah satu upaya mewujudkan Resolusi Kemenkumham Tahun 2024 yakni Perkuat Sinergi yang Semakin PASTI dan Ber-Akhlak Untuk Kinerja Kemenkumham yang Berdampak," ujar Teguh Wibowo.
Sementara itu dalam penyampaian materinya, Anak Agung Gde Krisna menyampaikan banyak hal terkait sejumlah poin penting sebagai kunci keberhasilan meraih WBK/WBBM. Selain itu, Bapak Anak Agung Gde Krisna juga berbagi ilmu yang menjelaskan sejumlah kendala yang dihadapi satuan kerja dan strategi yang dilakukan agar Kanwil Kemenkumham Bengkulu dan jajaran dapat meraih WBK.
"Ada sejumlah poin penting yang menjadi kunci keberhasilan WBK/WBBM yakni dukungan pimpinan dan stakeholder, dukungan anggaran, tim solid, budaya pelayanan, pengaduan sebagai dasar perbaikan, sosialisasi dan keluar dari zona nyaman. Tentunya hal-hal tersebut harus didasarkan pada komitmen dari seluruh jajaran," ungkap Anak Agung Gde Krisna.
Dilain pihak, usai pelaksanaan kegiatan, Karutan Bengkulu, Farizal Antony secara tegas menyatakan kesiapannya untuk dapat bekerja lebih optimal dalam upaya mewujudkan Rutan Bengkulu meraih predikat WBK Tahun 2024. Sejauh ini lanjut Farizal pihaknya telah melaksanakan langkah proaktif seperti pelaksanaan studi tiru ke Lapas Wirogunan beberapa waktu lalu. Hal ini disebut Farizal sebagai salah satu strategi untuk dapat mewujudkan Rutan Bengkulu sebagai salah satu UPT Pemasyarakatan dengan predikat WBK Tahun 2024.
"Kami berkomitmen untuk aktif terlibat dalam setiap langkah menuju zona integritas di Rutan Bengkulu. Sejauh ini Rutan Bengkulu telah menerapkan langkah-langkah strategis salah satunya dengan melaksanakn studi tiru ke Lapas Wirogunan yang tahun lalu berhasil meraih predikat WBK. Penguatan zona integritas
dari Pak Sesditjen PAS pada hari ini juga menjadi landasan penting dalam transformasi peradaban birokrasi di lingkungan Kemenkumham Bengkulu. Dengan adanya dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen tentu kita berharap implementasi zona integritas dapat berjalan efektif dan berkelanjutan dalam mewujudkan Rutan Bengkulu meraih predikat WBK Tahun 2024," pungkas Farizal.
