Perayaan Natal Oikumene Jajaran Lintas Kementerian di Rutan Bengkulu Berlangsung Khidmat
Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu menjadi tuan rumah dalam perayaan Natal lintas kementerian yang digelar oleh Persekutuan Oikumene Umat Kristiani (POUK) pada Jum'at (18/1). Acara ini melibatkan berbagai unsur dari Kementerian Hukum, Kementerian HAM serta, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Perayaan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini mengusung tema: “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Bethlehem, Bersama dengan Iman Menuju Indonesia Emas 2045”.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pelaksana, Jon Sahat Horas Saragih, yang juga menjabat sebagai Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Argamakmur. Dalam sambutannya, Jon Saragih menekankan pentingnya perayaan Natal sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan antarumat Kristiani di berbagai lembaga pemerintah. “Perayaan Natal kali ini bukan hanya sebagai perayaan rohani, tetapi juga sebagai ajang memperkuat sinergi lintas kementerian dalam mewujudkan nilai-nilai kebersamaan dan toleransi,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara ini Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi, Viktor Manurung, serta seluruh pengurus dan anggota POUK. Dalam sambutannya, Viktor Manurung mengapresiasi terselenggaranya perayaan Natal yang melibatkan banyak pihak dari berbagai lembaga. Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Natal, seperti cinta kasih dan persaudaraan, harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia kerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Perayaan Natal ini dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan rohani, seperti ibadah bersama, pembacaan firman Tuhan, serta puji-pujian dan persembahan lagu rohani dari berbagai perwakilan kementerian. Selain itu, acara ini juga diisi dengan sesi refleksi yang mengajak seluruh peserta untuk lebih mendalami makna Natal dan mengimplementasikannya dalam kehidupan mereka.
Sebagai bagian dari perayaan, panitia juga mengadakan kegiatan sosial dengan memberikan bantuan kepada warga binaan Nasrani yang turut berpartisipasi dalam perayaan tersebut. Bantuan ini merupakan cermina bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama.
Acara yang berlangsung dengan penuh kehangatan ini ditutup dengan doa bersama serta sesi ramah tamah antar peserta. Perayaan Natal lintas kementerian ini diharapkan dapat menjadi tradisi yang terus dilaksanakan setiap tahun, guna memperkuat persatuan dan kebersamaan di antara para pegawai lintas lembaga, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di lingkungan Rutan Bengkulu.
Sementara itu, Karutan Bengkulu, Yulian Fernando menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud toleransi beragama yang dijunjung tinggi oleh jajaran Rutan Bengkulu. Yulian juga memastikan pihaknya juga mendukung segala bentuk pembinaan termasuk bidang spiritual dengan memfasilitasi kegiatan keagamaan bagi warga binaan.
"Kita sangat mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti ini. Bahkan kami juga memfasilitasi warga binaan untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Selaku tuan rumah acara kami berharap kegiatan ini dapat berdampak positif bagi warga binaan, namun juga mempererat hubungan antarlembaga dan memperkuat semangat kebersamaan dalam keberagaman," pungkas Yulian.
