Komitmen Hindari Peredaran Uang Fisik, Lapas Perempuan Bengkulu Gelar Jumat Peduli Dengan Brizzi
Bengkulu - Raih Berkah, Lapas Perempuan Bengkulu rutin melaksanakan Kegiatan JUMALI (Jumat Peduli), Jumat (07/02). JUMALI ini merupakan Inovasi dari Lapas Perempuan Bengkulu, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan Lapas Perempuan Bengkulu terhadap salah satu program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andriyanto yaitu untuk memberikan bantuan social kepada keluarga warga binaan yang kurang mampu dan Masyarakat di sekitar area Upt Pemasyarakatan.
Hasil dari jumali ini sendiri dalam periode tertentu akan dikeluarkan untuk membantu Masyarakat sekitar Lapas, ataupun panti asuhan. Tidak hanya pegawai, namun Jumali ini dapat diikuti oleh warga binaan yang ingin menyumbangkan Sebagian rezekinya.
JUMALI di Lapas Perempuan Bengkulu tidak hanya dapat di lakukan secara tunai atau cash. Sesuai perkembangan teknologi, Lapas Perempuan Bengkulu juga menerapkan pembayaran menggunakan Q-Ris untuk besedekah melalui JUMALI dan juga menggunakan Brizzi untuk warga binaan. Karena seperti diketahui, di Lapas Perempuan Bengkulu sudah tidak ada peredaran uang tunai.
Hal ini di sabut baik oleh seluruh pegawai Lapas Perempuan Bengkulu dann juga warga binaan, mengingat setelah pandemi covid 19 banyak pegawai Lapas Perempuan Bengkulu yang tidak lagi membawa uang cash (cashless).
"Kegiatan ini rutin dilaksanakan dalam rangka bakti kepedulian kita sesama. Hasil ini nantinya tentu akan kami berikan ke pihak yang layak menerimanya. Dan sekarang kita sudah tidak perlu membawa uang kes, karena Jumali sudah bisa bayar pake Q-Ris, dan untuk warga binaan jumali juga bisa menggunakan Brizzi" Ujar Gayatri.
