Panen Pepaya Calina, Lapas Curup Pastikan Ketahanan Pangan Warga Binaan
Curup – Dalam upaya mendukung Astacita Presiden RI dan 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan, Lapas Kelas IIA Curup terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan dengan pemberdayaan narapidana melalui program Giatja (Kegiatan Kerja). Salah satu hasil nyata dari program ini adalah panen pepaya Calina yang kini menjadi suplai utama untuk kebutuhan bahan makanan di Lapas Curup.
Menurut Kepala Lapas Curup, Ronaldo Devinci Talesa, panen pepaya Calina ini menjadi langkah strategis dalam memastikan ketersediaan bahan pangan yang berkualitas bagi warga binaan. "Dengan suplai tiga kali dalam seminggu, produksi pepaya dari Giatja mampu memenuhi kebutuhan konsumsi di Lapas. Setiap kali distribusi, kami mengirimkan sekitar 100 kg pepaya," ungkapnya.
Tak hanya pepaya, program ketahanan pangan ini juga akan diperluas dengan menanam berbagai jenis sayuran dan umbi-umbian. Saat ini, budidaya tanaman tersebut sedang dikembangkan di area pertanian Giatja Lapas Curup dan diharapkan segera menjadi tambahan pasokan bahan makanan bagi warga binaan.
Dengan adanya inisiatif ini, kualitas bahan makanan di Lapas Curup semakin terjaga, sekaligus memberikan keterampilan bertani bagi narapidana sebagai bekal setelah bebas nanti.
