Sinergi untuk Pembinaan Spiritual, WBP Nasrani Lapas Bengkulu Gelar Ibadah Rutin
BENGKULU – Suasana khusyuk menyelimuti Gereja Getsemani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu pada Rabu, 16 April 2025. Warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang beragama Nasrani kembali melaksanakan kegiatan ibadah rutin sebagai bagian dari pembinaan keagamaan yang terus dijalankan di dalam lingkungan Lapas.
Ibadah dipimpin langsung oleh penyuluh agama Kristen dari Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu. Kehadiran penyuluh ini menjadi bukti nyata sinergi antara Lapas dan instansi keagamaan dalam memberikan layanan pembinaan rohani yang berkesinambungan kepada para warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Yuniarto mengungkapkan bahwa kegiatan keagamaan ini merupakan hak seluruh warga binaan dan menjadi sarana penting dalam proses pembentukan karakter serta pemulihan moral.
"Ibadah rutin seperti ini sangat penting untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan menjadi bagian dari proses pembinaan mental warga binaan agar siap kembali ke masyarakat," ujarnya.
Selama ibadah, para warga binaan terlihat mengikuti dengan penuh kesungguhan. Dalam khotbah dan bimbingan rohani, penyuluh agama menyampaikan pesan-pesan pengharapan, pengampunan, dan pentingnya perubahan hidup.
Dengan adanya pembinaan spiritual yang berkelanjutan ini, diharapkan para warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan lebih positif, serta siap menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
