Skip to main content
x
Suasana Gedung PIC milik Pemkab Rejang Lebong, Sabtu, 19 April 2025. (WARTAPRIMA.COM/IBNU UMAYYAH)

Gedung PIC Rejang Lebong di Jakarta Terbengkalai, Penjaga Tak Digaji dan Fasilitas Rusak!

Jakarta, Wartaprima.com – Gedung Place Information Center (PIC) milik Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yang terletak di Jalan Haji Samali, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kini dalam kondisi terbengkalai. Gedung yang semula diperuntukkan sebagai pusat informasi dan workshop mengenai budaya Rejang Lebong itu terlihat sepi saat dikunjungi pada Sabtu, 19 April 2025.

Tidak ada aktivitas yang berlangsung di gedung yang sempat disewakan untuk beberapa tenant dan digunakan sebagai kantor.

Sebelumnya, gedung tersebut sempat berfungsi dengan tenant yang menyewa lantai 4 dan 5, sementara lantai 6 dalam kondisi kosong. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai peruntukan gedung tersebut ke depannya.

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengonfirmasi bahwa gedung tersebut kini kosong dan segala sesuatunya masih menunggu arahan dari Bupati Rejang Lebong, M. Fikri.

Randeni, penjaga gedung PIC, menjelaskan bahwa gedung tersebut sudah kosong dan tidak ada kegiatan selama berbulan-bulan. "Seperti ini lah kondisi gedung saat ini, kosong tidak ada kegiatan apa-apa," ujar Randeni saat ditanya mengenai keadaan gedung.

Lebih lanjut, Randeni mengungkapkan bahwa beberapa fasilitas gedung, termasuk plafon, sudah rusak dan bocor saat hujan. Sayangnya, ia tidak dapat berbuat banyak karena tidak ada anggaran operasional yang tersedia.

Bahkan, gaji penjaga gedung sering terlambat dibayarkan, dan terkadang harus dibayar secara rapel. "Saya di sini tidak ada anggaran operasional sama sekali dari pemda, gaji saya saja nunggak," tuturnya.

Kuntum, bagian keuangan Pemda Rejang Lebong, yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, membenarkan bahwa gaji penjaga gedung memang belum dibayarkan. "Untuk masalah gaji, memang untuk penjaga malam belum gajian," jawabnya singkat.

Kondisi gedung PIC yang terbengkalai dan kurangnya perhatian terhadap fasilitasnya menjadi sorotan, sementara nasib penjaga gedung yang tak digaji tepat waktu semakin memperburuk citra pengelolaan aset daerah tersebut. (Ibn)