Skip to main content
x
Bentuk Satgas, Bupati Rejang Lebong Targetkan Swasembada Pangan Cetak Sawah 800 Hektare 

Bentuk Satgas, Bupati Rejang Lebong Targetkan Swasembada Pangan Cetak Sawah 800 Hektare 

Wartaprima.com - Bupati Rejang Lebong M. Fikri Thobari, SE., M.AP menghadiri langsung Rapat Koordinasi Swasembada Pangan dan Launching Cetak Sawah serta Optimalisasi Lahan Provinsi Bengkulu Tahun 2025 yang digelar pada Senin (21/7/2025).

Rapat yang dipimpin Gubernur Bengkulu, H Helmi Hasan SE, Pemerintah Provinsi Bengkulu membentuk Satgas Swasembada Pangan untuk mempercepat pemenuhan ketahanan pangan daerah. 

Hadir membersamai rapat tersebut kepala daerah se Provinsi Bengkulu, jajaran Forkopimda, TNI-Polri, sektor pertanian, serta perwakilan kementerian terkait.

“Dengan kerja sama semua pihak, kita berharap target swasembada pangan dapat tercapai sehingga berdampak nyata bagi kesejahteraan petani dan masyarakat Bengkulu,” ujar Gubernur Helmi Hasan.

Pada kegiatan tersebut, diserahkan hasil Studi Investigasi Detail (SID) sebagai langkah awal konstruksi fisik cetak sawah dan optimalisasi lahan yang akan dimulai pada Agustus 2025. Berdasarkan SID, rencana cetak sawah akan dilakukan seluas 2.200 hektare dan optimalisasi lahan seluas 8.800 hektare di seluruh Bengkulu.

Bupati Rejang Lebong, HM Fikri Thobari SE MAP, menyampaikan rasa syukur atas alokasi cetak sawah seluas 800 hektare untuk wilayahnya.

“Alhamdulillah, Rejang Lebong mendapat 800 hektare setelah dilakukan survei oleh Kementan. Pelaksanaan akan dilakukan di sejumlah kecamatan seperti Kota Padang, Bermani Ulu, dan Padang Ulak Tanding,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong, Achmad Syafriansyah menjelaskan pencetakan sawah akan dilakukan dengan melibatkan TNI dari Korem 041 Garuda Emas Bengkulu. Sebelumnya, telah dilakukan MoU antara Pemprov Bengkulu dengan Korem 041 Gamas untuk mendukung program ketahanan pangan ini.

Untuk pengairan, sawah baru di Kecamatan Kota Padang akan memanfaatkan sumber air Sungai Buluan yang berada di kawasan hutan lindung Bukit Balai Rejang. Air akan dialirkan menggunakan pipa ke areal sawah yang berada di bagian bawah kawasan.

Program cetak sawah dan optimalisasi lahan ini merupakan prioritas pembangunan sektor pertanian Bengkulu dalam meningkatkan ketahanan pangan daerah dan mengantisipasi potensi krisis pangan di masa mendatang. Diharapkan, peningkatan luas tanam padi akan mendongkrak produksi pangan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Bengkulu. (Adv)