Kawal Swasembada Pangan, BPKP Bengkulu Evaluasi Sektor Pangan di Kepahiang
Kepahiang, Wartaprima.com – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Bengkulu resmi menerjunkan tim untuk melakukan evaluasi mendalam atas Tata Kelola Ketahanan Pangan Tahun 2026 di Kabupaten Kepahiang.
Kegiatan pengawasan intern ini diawali melalui agenda entry meeting pada Selasa, 21 Juli 2026, yang dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BPKP Bengkulu, Sugimulyo, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kepahiang, Dr. Hartono, M.Pd., M.H.Berdasarkan regulasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), tim pengawas dijadwalkan berada di lapangan selama 30 hari penuh.
Tujuannya adalah mengawal akuntabilitas anggaran daerah dan memastikan efektivitas program pangan nasional dari pusat tepat sasaran ke desa-desa.Kepala Perwakilan BPKP Bengkulu, Sugimulyo, menjelaskan ada dua fokus makro dalam evaluasi satu bulan ini. Pertama, kedisiplinan daerah dalam meningkatkan kapasitas produksi komoditas pangan lokal. Kedua, menjamin keterjangkauan harga pasar guna menekan laju inflasi daerah.Untuk memastikan kesesuaian data, tim teknis BPKP langsung menyisir sembilan komponen utama dari hulu ke hilir.
Aspek tersebut mencakup tata kelola lahan pertanian, distribusi pupuk bersubsidi, penyaluran benih unggul, keandalan infrastruktur irigasi, hingga optimalisasi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Selain itu, tata kelola pascapanen, kinerja penyuluh lapangan, kecukupan Cadangan Pangan Pemerintah, serta kelancaran rantai pasok juga ikut diverifikasi.
Merespons pemeriksaan ketat ini, Sekda Kepahiang, Dr. Hartono, menegaskan pihak pemerintah daerah bersikap sangat kooperatif dan menyambut baik evaluasi tersebut. Menurutnya, urusan ketahanan pangan berdampak langsung terhadap kesejahteraan dasar masyarakat di Kabupaten Kepahiang.
"Melalui rekomendasi dari BPKP ini, kami berharap Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) serta OPD terkait dapat memperbaiki celah tata kelola yang ada. Sinergi ini krusial agar intervensi pemerintah, baik berupa bantuan benih maupun pupuk, memberikan dampak nyata bagi produktivitas petani sekaligus menjaga daya beli masyarakat Kepahiang tetap stabil," pungkas Sekda Hartono. (JN)
