Pembinaan Rohani di Masjid At-Taubah, Warga Binaan Rutan Bengkulu Antusias Belajar Agama
Bengkulu — Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali mengikuti kegiatan pembinaan kerohanian yang dilaksanakan di Masjid At-Taubah, kompleks Rutan Bengkulu pada Rabu (6/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan rutin yang bertujuan membentuk pribadi yang lebih baik dan religius di kalangan warga binaan.
Pembinaan kerohanian kali ini dipandu langsung oleh Ustadz Fadli, selaku pembina kerohanian dari Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu, didampingi Pembina Kerohanian Rutan Bengkulu, Nanang Darmawan. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 11.00 WIB, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu warga binaan.Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ceramah, tanya jawab, serta sesi motivasi spiritual. Antusiasme warga binaan terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada ustadz seputar keagamaan, ibadah, hingga bagaimana cara memulai hidup baru setelah keluar dari rutan.
Dalam ceramahnya, Ustadz Fadli menekankan pentingnya memperbaiki diri selama menjalani masa pidana. Ia mengajak para warga binaan untuk menjadikan waktu di dalam rutan sebagai momen refleksi dan perbaikan spiritual. “Tidak ada manusia yang sempurna, dan setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Tapi Allah Maha Pengampun, dan setiap insan diberi kesempatan untuk berubah dan kembali ke jalan yang benar,” ujar Ustadz Fadli di hadapan para peserta.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Yulian Fernando menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kerohanian ini merupakan bagian dari program pembinaan yang terstruktur di Rutan Bengkulu. “Kami tidak hanya fokus pada pembinaan fisik dan keterampilan, tetapi juga pada pembinaan mental dan spiritual. Karena kami percaya bahwa perubahan dari dalam diri adalah kunci keberhasilan reintegrasi sosial para warga binaan setelah bebas nanti,” ujar Yulian.
Masjid At-Taubah sendiri dibangun sebagai pusat kegiatan keagamaan di lingkungan Rutan Bengkulu. Masjid ini tidak hanya digunakan untuk salat berjamaah, tetapi juga menjadi tempat berlangsungnya pengajian, ceramah agama, pelatihan baca tulis Al-Qur’an, serta kegiatan keislaman lainnya.
Program pembinaan seperti ini merupakan bentuk sinergi bersama Kemenag Provinsi Bengkulu yang secara rutin mengirimkan pembina kerohanian untuk memberikan bimbingan keagamaan. “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara Rutan Bengkulu dan Kemenag. Harapannya, warga binaan dapat termotivasi untuk memperbaiki diri dan memiliki bekal moral serta spiritual ketika kembali ke tengah masyarakat,” tutup Yulian.
