Penyuluh Agama Tingkatkan Pemahaman Al Quran Terhadap Warga Binaan Lapas Bengkulu
Bengkulu – Penyuluh Agama Kemenag Kota Bengkulu, Ustadz Sukran Jayadi, memberikan penyuluhan agama di Masjid An-Nur Lapas Bengkulu pada Rabu pagi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama bagi warga binaan pemasyarakatan di Lapas Bengkulu. Rabu (18/12/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Sukran Jayadi memberikan materi tentang cara pelafalan Surat Al-Fatihah yang baik dan benar. Sebagai surat yang sangat penting dalam ibadah shalat, pelafalan Al-Fatihah yang tepat memiliki makna dan dampak yang besar dalam kelancaran ibadah seorang muslim. Ustadz Sukran menjelaskan secara rinci tentang hukum-hukum tajwid yang harus diperhatikan, seperti pengucapan huruf-huruf tertentu yang seringkali salah diucapkan, serta pentingnya niat yang benar dalam membaca surat tersebut.
"Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam membaca Al-Fatihah adalah pelafalan huruf-hurufnya dengan benar, agar maknanya tidak berubah. Saya berharap, dengan penyuluhan ini, para warga binaan dapat lebih mendalami ilmu agama dan memperbaiki kualitas ibadah mereka," ungkap Ustadz Sukran dalam sesi tanya jawab yang diadakan setelah penyuluhan.
Kegiatan penyuluhan ini disambut antusias oleh warga binaan Lapas Bengkulu. Mereka mengaku merasa terbantu dalam memahami pentingnya pelafalan yang benar dalam menjalankan ibadah sehari-hari. Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari program pembinaan rohani yang diadakan oleh pihak Lapas Bengkulu guna meningkatkan kualitas spiritual para warga binaan.
Penyuluhan agama ini juga diharapkan dapat memberi dampak positif bagi warga binaan dalam proses mereka menuju pembinaan diri yang lebih baik, baik secara pribadi maupun sosial.
