Skip to main content
x
rutan

Rutan Bengkulu Dukung Pengukuhan Unit Layanan Psikologi Pemasyarakatan Secara Virtual

Rutan Bengkulu Ikuti Pengukuhan Unit Layanan Psikologi Pemasyarakatan Secara Virtual

11 September 2025

BENGKULU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu mengikuti kegiatan Pengukuhan Unit Layanan Psikologi Pemasyarakatan yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom pada Kamis (11/9). Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka mengakomodasi dan mendukung kontribusi pegawai pemasyarakatan yang memiliki latar belakang pendidikan psikologi dalam memberikan layanan psikologis kepada warga binaan.

Kegiatan ini diikuti oleh salah satu petugas Subsi Pelayanan Tahanan, Amalia, yang merupakan lulusan pendidikan psikologi. Kehadiran Amalia dalam kegiatan ini menjadi representasi penting bagi Rutan Bengkulu dalam mendukung terbentuknya layanan psikologi yang profesional dan terintegrasi dalam sistem pemasyarakatan.

Kegiatan pengukuhan ini diikuti oleh berbagai satuan kerja pemasyarakatan dari seluruh Indonesia. Pengukuhan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam pembentukan Unit Layanan Psikologi Pemasyarakatan (ULPP) yang akan berperan dalam menangani isu-isu psikologis yang dihadapi warga binaan pemasyarakatan (WBP), termasuk stres, kecemasan, trauma, serta proses adaptasi sosial selama dan setelah menjalani masa pembinaan.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan Amalia Hana Firdaus sebagai bagian dari tim psikologi pemasyarakatan. 

“Kami bangga memiliki pegawai yang kompeten di bidang psikologi. Kehadiran ULPP ini tentu akan memperkuat pendekatan pembinaan kami, khususnya dalam menangani permasalahan kejiwaan warga binaan secara lebih terstruktur,” ujar Yulian.

Rutan Bengkulu berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan layanan psikologi di lingkungan pemasyarakatan. Dengan adanya Unit Layanan Psikologi Pemasyarakatan, diharapkan layanan pemasyarakatan tidak hanya fokus pada keamanan dan pembinaan fisik semata, tetapi juga menyentuh aspek mental dan emosional warga binaan secara lebih menyeluruh.