Skip to main content
x
Daerah
Bupati Harapkan Warga Beradaptasi

Suhu Dingin, Bupati Harapkan Warga Beradaptasi

Wartaprima.com - Cuaca di Kabupaten Mukomuko dalam beberapa hari ini tidak seperti biasanya. Masyarakat Mukomuko merasakan cuaca yang sangat dingin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menginformasikan bahwa suhu di Kabupaten Mukomuko dalam dua hari ini mencapai 170C.

Kepala BPBD Kabupaten Mukomuko, Syahrizal mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Fatmawati Bengkulu bahwa dalam 4 hari kedepan ada penurunan suhu udara dari jam 19.00 WIB sampai jam 07.00 pagi hari akan terasa lebih dingin dari biasanya. Penurunan suhu udara ini karena tidak ada konvektifitas uap air akibat pemanasan air laut, akan tetapi adanya pendinginan radiasi yang diakibatkan cuaca yang cerah, ketika cuaca cerah pada malam hari, maka radiasi yang dikeluarkan bumi langsung dilepaskan ke atmosfer yang menyebabkan daratan mendingin.

“Suhunya bisa mencapai 17°C seperti pagi ini, kita sudah berkoordinsi dengan BMKG dan cuaca ini akan berlangsung selama 3-4 hari kedepan,” kata Syahrizal.

Ia juga menambahkan, suhu dingin ini terjadi hampir merata di seluruh daerah. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal lain.

“Kita juga mengimbau kepada masyarakat pada cuaca dingin seperti ini pada malam hari masyarakat bisa mengurangi aktifitas di luar rumah,” imbaunya.

Di sisi lain, Bupati Mukomuko, Choirul Huda, berharap masyarakat mampu beradaptasi dengan suhu ekstrim yang melanda daerah itu. “Saat ini kita waspada karena saat ini cuaca di daerah kita sangat dingin. Hal ini karena pendangkalan laut dan uap atau angin laut naik sehingga terjadi perubahan iklim dari malam hari sampai pagi hari, mudah-mudahan masyarakat kita bisa beradaptasi dengan cuaca ini,” pesan Choirul Huda, senin (16/09/19). (YK)

Ditambahkan Huda, kabut asap di kabupaten Mukomuko masih dalam keadaan normal tidak membahayakan untuk masyarakat. “Kabut asap yang terjadi di daerah ini relatif masih bisa dikendalikan masih wajar belum taraf membahayakan,” ungkapnya. (Yk)