Skip to main content
x
rutan

Tingkatkan Akurasi Data, Rutan Bengkulu Ikuti Pemutakhiran BMN Virtual

Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu mengikuti kegiatan Zoom Meeting dalam rangka Pemutakhiran Data untuk mendukung upaya Pengawasan dan Pengendalian Tindak Lanjut Pemindahtanganan, Pemusnahan, dan Penghapusan Barang Milik Negara (BMN), pada Rabu(11/6). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan diikuti oleh seluruh satuan kerja (satker) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, termasuk jajaran Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Rutan Bengkulu diwakili oleh Kasubsi Pengelolaan, Hengki Alowan dan tim BMN, yang mengikuti jalannya pemaparan dan diskusi secara daring dari ruang rapat Rutan Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi data serta mendorong tertib administrasi dalam pengelolaan aset negara, khususnya dalam proses pemindahtanganan, pemusnahan, dan penghapusan BMN yang sudah tidak digunakan atau rusak berat.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi prosedur teknis pemutakhiran data, kendala umum dalam proses penghapusan dan pemusnahan BMN, serta pentingnya sinergi antara satker dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Dengan data yang mutakhir dan sesuai dengan ketentuan, diharapkan proses administrasi pengelolaan BMN dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyampaikan bahwa partisipasi dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Rutan Bengkulu untuk menjalankan pengelolaan aset negara secara transparan dan sesuai regulasi. Ia juga menegaskan pentingnya peran pengelola BMN di satuan kerja untuk selalu memperbarui data dan mengikuti perkembangan kebijakan dari pusat.

“Kegiatan ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaporan maupun pelaksanaan tindak lanjut terhadap BMN. Semua proses harus terdokumentasi dengan baik agar bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Yulian.

Dengan mengikuti kegiatan ini, Rutan Bengkulu berharap dapat meningkatkan tata kelola aset negara di lingkungan kerja secara optimal, serta mencegah potensi temuan dalam audit internal maupun eksternal.