Skip to main content
x
Rutan Bengkulu

Warga Binaan Rutan Bengkulu Gelar Perayaan Natal Bersama Serentak

BENGKULU - Dalam semangat memuliakan Tuhan dan menyebarkan damai sejahtera di Bumi, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Kristiani di Rutan Kelas IIB Bengkulu mengikuti ibadah Natal Bersama Lapas/Rutan Se-Indonesia. Kegiatan yang diprakarsai oleh Yayasan Pendidikan Warga Binaan Pemasyarakatan (YPWBP) Cahaya Kasih secara virtual pada Rabu (13/12) tersebut dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Dr. Reynhard Saut Poltak Silitonga dengan pembicara Pdt.Daniel Alexander Herijadi.

Dalam khotbahnya Daniel Alexander membagikan pemikiran tentang tema yang diangkat, yaitu “Kemuliaan Bagi Tuhan dan Damai Sejahtera di Bumi”. Daniel menekankan nilai-nilai damai serta pentingnya menghormati perbedaan keyakinan dalam menciptakan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat. Daniel juga menghimbau agar kegiatan ini tidak hanya memberikan momen keagamaan, tetapi juga mendidik dan memberi inspirasi  bagi para WBP.

Sementara itu, Karutan Bengkulu, Farizal Antony melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Medi Ihwandi menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dari komitmen Kementerian Hukum dan HAM RI dalam memenuhi hak warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan dan agama yang dianut oleh masing-masing individu. Kegiatan ini lanjut Medi, bukan hanya sebuah upaya untuk memenuhi hak asasi, tetapi juga sebuah wadah untuk membangun dan menjaga kebersamaan serta kebersihan hati para WBP, agar tetap terjaga di tengah kondisi apapun yang mereka hadapi.

"Kami selalu berupaya keras untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada warga binaan agar bisa menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman sesuai dengan kepercayaan mereka masing-masing. Salah satunya dengan pelaksanaan kegiatan ibadah natal ini. Ibadah Natal virtual ini telah membuktikan bahwa ruang terbatas tidak menghalangi semangat dan keinginan untuk merayakan dan memperkokoh iman. Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, ibadah Natal virtual ini memberikan semangat dan harapan baru bagi WBP Kristiani untuk tetap merayakan kepercayaan mereka, meskipun dalam keterbatasan tempat dan waktu. Meskipun berada di balik jeruji besi, kebebasan spiritual masih bisa dirasakan dan dihargai," pungkas Medi.