Skip to main content
x
rutan

Warga Binaan Rutan Bengkulu Ikuti Virtual Perayaan Jumat Agung

Bengkulu – Warga binaan beragama Kristen di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu mengikuti perayaan Jum’at Agung secara virtual dengan penuh khidmat pada Jumat (18/4). Meskipun dalam keterbatasan, semangat keimanan dan perenungan akan makna pengorbanan Yesus Kristus tetap terasa kuat di dalam ruang kegiatan ibadah yang telah disiapkan oleh pihak Rutan.

Dalam suasana yang tenang dan tertib, para warga binaan tampak mengikuti setiap rangkaian acara dengan serius dan penuh penghayatan. Ibadah Jum’at Agung ini dilakukan secara daring, terhubung dengan siaran langsung dari Ditjenpas, sebagai bentuk adaptasi terhadap keterbatasan akses fisik tanpa mengurangi nilai spiritual kegiatan tersebut.

Setelah doa pembukaan, acara dilanjutkan dengan puji-pujian yang dinyanyikan secara bersama-sama. Lagu-lagu rohani yang dibawakan menggambarkan suasana duka sekaligus harapan, mengingatkan jemaat pada penderitaan dan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Pembacaan firman menjadi bagian penting dalam ibadah tersebut, di mana petikan ayat-ayat Alkitab dibacakan secara bergantian oleh warga binaan yang telah dipilih sebelumnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, para petugas Rutan turut hadir untuk melakukan pengawasan dan memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan protokol keamanan. Mereka juga memastikan bahwa seluruh peserta ibadah tetap mematuhi aturan dan menjaga suasana ibadah tetap tertib dan damai.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, melalui keterangan tertulisnya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, momen keagamaan seperti ini sangat penting untuk menjaga ketenangan batin dan membina rohani warga binaan, serta menjadi bagian dari proses pembinaan mental dan spiritual mereka selama menjalani masa pidana.

“Kami berkomitmen untuk memberikan ruang bagi warga binaan dalam menunaikan ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Ibadah Jum’at Agung ini menjadi sarana refleksi dan pembentukan karakter yang positif bagi warga binaan,” ujar Yulian.

Dengan suasana yang tertib, damai, dan penuh kekhusyukan, ibadah Jum’at Agung di Rutan Bengkulu tahun ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai keagamaan tetap dapat dijaga dan dijalankan, sekalipun di tengah keterbatasan. Semangat pengampunan dan harapan akan hidup yang baru diharapkan dapat terus menginspirasi para warga binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.