Skip to main content
x
Kakanwil Kemenkumham Bengkulu Erfan Saat Diwawancarai Awak Media

Kemenkumham Bengkulu Raih Penghargaan

JAKARTA - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu meraih Penghargaan Pelayanan Komunikasi Masyarakat sebagai instansi yang responsif terhadap rekomendasi penanganan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bengkulu, Erfan saat menghadiri Puncak Peringatan Hari HAM Sedunia Ke-74 yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI pada senin (12/12) di Golden Ballroom, Hotel Sultan & Residence, Jakarta. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin, Menkumham Yasonna Laoly, beserta sejumlah Menteri Kabinet Kerja lainnya, Kepala Staf Presiden RI, Kepala Kepolisian Negara Repubik Indonesia, Panglima TNI, Jaksa Agung RI, 
Ketua Komnas HAM, Kakanwil Kemenkumham seluruh Indonesia dan tamu undangan lainnya. Sementara itu Kakanwil Kemenkumham Bengkulu, Erfan didampingi oleh Kepala Divisi Yankumham, Ika Ahyani Kurniawati, dan Kepala Bidang HAM, Nelly Sinarti.

Selain Kanwil Kemenkumham Bengkulu, penghargaan juga diberikan kepada Pemerintah Kota Bengkulu dan Pemda Rejang Lebong sebagai Kabupaten/Kota Peduli HAM. Penghargaan tersebut
diterima langsung oleh Walikota Bengkulu, Helmi Hasan dan Bupati Rejang Lebong, Syamsul Efendi yang diwakili oleh Asisten I Pemda Rejang Lebong, Pranoto Majid.

Puncak peringatan hari HAM Sedunia ke-74 tahun ini mengusung tema Pemajuan Hak Asasi Manusia untuk Setiap Orang, kegiatan disiarkan secara langsung dan daring serta diikuti oleh seluruh
Kantor Wilayah Kemenkumham dan UPT Pemasyarakatan maupun Imigrasi se-Indonesia. Adapun Rutan Kelas IIB Bengkulu mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui aplikasi Zoom di ruang kerja Kasubsi Pelayanan Tahanan.

Dalam sambutannya, Wapres Ma'ruf Amin menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia mendorong dilaksanakannya upaya pemulihan yang bertanggung jawab secara hukum serta mengedepankan nilai-nilai Hak Asasi Manusia.

Pemulihan dan pembangunan yang ingin di realisasikan pemerintah selama ini menurut Ma'ruf Amin memilik tujuan untuk menjaga keberlanjutan hak-hak dasar manusia dari berbagai faktor ancaman seperti masalah ekonomi maupun dampak lingkungan.

"Pemerintah terus dan selalu berkomitmen untuk melindungi hak-hak wong cilik di seluruh pelosok tanah air, para petani, nelayan dan masyarakat tidak mampu dari hal-hal yang memarginalkan hak-hak dasar rakyat kecil. Kemerdekaan menjadi mula bagi bangsa kita untuk menggapai cita-cita luhur sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan Konstitusi. Untuk itu Pembangunan infrastruktur mesti kita dedikasikan sebagai prasarana pemenuhan 
hak asasi manusia yang menjamin keterjangkauan hak mobilitas, hak kesehatan, hak pangan dan hak kebutuhan dasar yang merata," ujar Ma'ruf Amin.

Sementara itu Menkumham, Yasonna Laoly menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen pemerintah dan masyarakat yang turut terlibat di bidang pemajuan hak asasi manusia, atas segala upaya dan kerja keras bersama dalam mewujudkan 
Penghormatan, Penegakan, Pemenuhan, Perlindungan dan Pemajuan HAM (P5HAM) di Indonesia.

“Saya berharap bahwa segala capaian yang telah kita raih dalam pemajuan HAM, tidak membuat kita puas sampai di titik ini saja melainkan menjadi batu loncatan untuk menggapai sasaran yang lebih tinggi lagi dalam rangka pemenuhan HAM bagi 
seluruh masyarakat Indonesia”, tegas Yasonna.