Skip to main content
x
kampus
Foto bersama setelah melakukan sosialisasi dan cek kesehatan gratis

KKN Tematik OSSOF UNIB Kelompok 290 Lakukan Sosialisasi dan Cek Kesehatan Gratis

Wartaprima.com - Mahasiswa Kulyah Kerja Nyata (KKN) Tematik One Student Save On Family (OSSOF) Universitas Bengkulu kelompok 290 periode 88 yang berada di Kelurahan Pondok Besi Kota Bengkulu, lakukan sosialisasi dengan tema "Perlindungan Perempuan dan Anak" serta mereka juga lakukan layanan tes kesehatan secara gratis pada masyarakat, Sabtu (13/07/19). 

Sosialisasi ini dilakukan karena sesuai dengan tema KKN yaitu One Student Save One Family dimana satu orang harus menyelamatkan atau melindungi satu anak dalam satu keluarga. Cara sederhana menyelamatkan atau melindungi anak-anak tersebut dengan stop melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Maka dari itu sosialisasi ini untuk memberitahu dampak, hukuman dan langkah hukum untuk mengatasi jika terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kegiatan Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak serta Layanan Tes Kesehatan Gratis ini, disambut hangat oleh masyarakat tersebut dapat dilihat dari kehadiran masyarakat serta perangkat Kelurahan Pondok Besi yang hadir tepat waktu dan mengikuti semua rangkaian acara. 

Saat membuka acara sosialisasi tersebut, Ketua RT 02, Surlianti mengatakan, terimakasih kepada anak-anak KKN Kelompok 290 yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat positif ini, menurutnya sosialisasi seperti ini bermanfaat sekali untuk warga Pondok Besi. Karena, masih banyak warga yang belum mengerti akan ancaman pidana bagi yang melakukan kekerasan pada perempuan dan anak. Tak hanya itu, Ia juga berterimakasih kepada rombongan KKN karena telah mengadakan tes kesehatan secara gratis, yakni cek gula dara, tensi dan berat badan, dengan mendatangankan dr Randi Agustian Sitorus, S.Ked serta perawat dari TMS. 

"Terimaksih kepada rombongan KKN dari Universitas Bengkulu, yang telah membawa kegiatan positif ke Kelurahan Pondok Besi ini, dan juga telah melakukan tes kesehatan secara gratis kepada masyarakat, semoga kedepannya kalian bisa memberikan hal positif lagi kepada warga," ujarnya. 

Sementara itu, Komisaris Hukum GMNI sekaligus Koordinator Law Consulting Indonesia, Sudi Sumberta Simarmata yang menjadi pemateri pada sosialisasi hukum tersebut mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan salah satu kewajiban kami untuk memberikan pencerahan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan bahwa dalam setiap perjalanan organisasi omong kosong ketika hanya beretorika tanpa ada tindakan nyata yang berdampak terhadap masyarakat, oleh karena itu kami menyadari betul bahwa dalam perkembangan yang ada masyarakat  perlu dicerahkan agar masyarakat mengetahui hal-hal penting terkait aspek hukum salah satunya hukum perlindungan perempuan dan anak, bahwa perempuan dan anak tidak jarang menjadi target yang sangat rentan mengalami kekerasan berbasis gender. 

Oleh karenanya, proses penanganan dan pencegahan konflik kekerasan harus menjadi prioritas pemerintah yang harus didukung oleh seluruh pihak. Salah satunya organisasi kepemudaan GMNI dan Law Consulting Indonesia (LCI) yang konsen memperhatikan kasus yang ada dan melakukan giat penyuluhan tersebut sebagai bagian daripada langkah pencegahan. 

"Kami sangat berharap kerja sama ini akan terus berlanjut dan juga besar harapan saya Kelurahan Pondok Besi ini bisa menjadi kelurahan sadar hukum yang bekerjasama dengan pihak pihak terkait sesuai dengan peraturan perundang-undangan," terang Sudi Sumberta Simarmata. 

Setelah sosialisasi ini selesai, dilanjutkan dengan pemeriksaan tes kesehatan yang langsung diperiksa oleh dr Randi Agustian Sitorus, S.Ked dan perawat-perawat dari Tri Mandiri Sakti. Warga yang ikut memeriksa kesehatan pun diberi selembar kertas oleh anak KKN yang berisi nama, umur, riwayat penyakit, alamat, tingkat gula darah, tensi dan berat badan. Bahkan banyak juga warga yang berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi atau mengobati beberapa penyakit. 

“Alhamdullilah saya sangat senang dengan anak-anak KKN tahun ini khususnya kelompok 290 yang berada di RT kami, karena kegiatan hari ini sangat berkesan bagi kami. Setidaknya bagi saya yang jarang memeriksa kesehatan secara rutin dapat memeriksa pada hari ini dan mengetahui tingkat gula darah saya. Selain itu saya juga tahu langkah-langkah apa saja yang harus saya lakukan jika melihat kekerasan terhadap anak. Pesan saya terhadap anak KKN terus semangat dalam melakukan kegiatan positif lainnya," ungkap Tarmizi selaku warga RT 02. [Sudi Sumberta Simarmata]

Facebook comments

Promotion

Adsense Page