Skip to main content
x

Membuka Akses, Membawa Harapan Baru bagi Desa Riit

.

Di bawah teriknya matahari Desa Riit, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, deru mesin-mesin berat memecah keheningan di lereng bukit. Bucket excavator mengikis sisi tebing, membuka jalan baru sepanjang 3.500 meter. Jalan ini bukan sekadar jalur transportasi, melainkan harapan baru bagi warga lima desa: Desa Riit, Desa Mahebora, Desa Karabura, Desa Tadalado, dan Desa Nirankliung. Setiap gumpalan tanah yang diangkat, setiap pohon yang ditebang, dilakukan dengan satu tujuan memudahkan kehidupan masyarakat desa yang telah lama menanti kemudahan akses untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Proses pembukaan jalan baru
Proses pembukaan jalan baru

Pekerjaan berat ini dilakukan dalam kerangka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-121 yang diinisiasi oleh Kodim 1603/Sikka. Sebuah program yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat pedesaan di wilayah terpencil. Saat upacara pembukaan TMMD pada tanggal 24 Juni 2024, Penjabat (Pj) Bupati Sikka, Adrianus Parera, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk “mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.” Adrianus menegaskan bahwa TMMD merupakan langkah konkret untuk mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh pelosok negeri.

Sementara itu, pekerjaan di lapangan terus berjalan. Anggota Satgas TMMD dari Kodim 1603/Sikka bekerja keras memberikan arahan kepada operator excavator agar selalu berhati-hati dalam menentukan jalur yang aman di medan terjal. Tantangan yang dihadapi cukup berat, mulai dari kontur lereng bukit yang curam hingga banyaknya batu besar yang harus diatasi. Namun, semua itu tidak mengurangi semangat mereka untuk menyelesaikan proyek ini demi masa depan yang lebih baik bagi warga desa.

 

Pembangunan Infrastruktur dan Kehidupan Lebih Baik
Pembukaan jalan ini hanyalah bagian dari keseluruhan kegiatan TMMD. Untuk mengoptimalkan fungsi jalan, di beberapa titik kritis, Satgas TMMD membangun plat duiker yang memungkinkan air mengalir dengan baik di bawah jalan dan mencegah genangan air yang dapat merusak infrastruktur.

Tak hanya berhenti pada pembukaan akses jalan, Kodim 1603/Sikka juga melanjutkan kegiatan fisik lainya ini dengan membangun jalan rabat beton sepanjang 89 meter. Pembangunan ini tak hanya soal infrastruktur, tapi tentang memperkuat fondasi masa depan yang kokoh bagi warga desa. Setiap meter beton yang dituangkan adalah simbol dari upaya nyata membawa desa menuju peradaban yang lebih memudahkan mobilitas. Di sinilah semangat gotong royong kembali terasa, di mana warga dan Satgas TMMD bersatu, mewujudkan harapan bersama akan kehidupan yang lebih mudah dan lebih baik.

.
Kemanunggalan dan gotong royong warga Desa Riit

Di tengah-tengah kegiatan pembangunan fisik ini, antusiasme warga sangat terasa. Para ibu rumah tangga, atau yang lebih akrab disapa "Mama" di daerah ini, tidak tinggal diam. Mereka ikut serta dalam pembangunan dengan cara sederhana namun sangat berarti. Dengan menggunakan karung bekas pupuk, yang mereka jadikan tas, mereka mengangkut pasir ke lokasi pembangunan. Setiap kali mereka datang, tangan mereka tidak pernah kosong. Ubi rebus sering mereka bawa sebagai wujud dukungan kepada para pekerja yang tidak kenal lelah membangun desa mereka.

Kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar terasa dalam setiap kegiatan ini. TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar warga. Salah satu kebutuhan yang sangat mendesak bagi warga Desa Riit adalah air bersih. Selama ini, mereka harus berjalan jauh untuk mendapatkan air. Melihat kondisi ini, TMMD membangun dua titik bak penampungan air bersih, yang diikuti dengan pemasangan jaringan pipa yang mengalirkan air ke rumah-rumah warga.

Dansatgas TMMD Kodim 1603/Sikka, Letkol Czi Setiawan Nur Prakoso Utomo, S.I.P., menyatakan bahwa pembangunan penampungan air ini merupakan respon terhadap kebutuhan warga yang sangat mendesak. “Air adalah kebutuhan pokok bagi manusia. Melalui TMMD ini, kami berupaya untuk merealisasikan apa yang menjadi kebutuhan warga,” ujarnya.

.

Selain infrastruktur, perhatian Kodim 1603/Sikka juga tertuju pada kesehatan masyarakat. Mereka membangun fasilitas MCK di Dusun Nirulero, Desa Riit, yang akan menjadi sarana sanitasi dasar bagi warga setempat. Dalam pelaksanaannya, Kodim bekerja sama dengan BUMN setempat, menandai sinergitas yang kuat antara berbagai elemen bangsa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa TMMD bukan sekadar membangun jalan atau bangunan fisik, tetapi juga memberi solusi bagi kebutuhan sehari-hari warga yang paling mendesak.

Kepedulian pada kesejahteraan warga juga terlihat melalui program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), yang diberikan kepada warga Dusun Utadetun, Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka. Bantuan ini bukan hanya soal renovasi rumah, tetapi memberikan harapan baru bagi warga yang rumahnya tidak layak huni. RTLH ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup penerimanya, membawa mereka ke kehidupan yang lebih baik dan layak.

 

Keseimbangan Alam dan Pembangunan
Dalam setiap langkah pembangunan, TMMD selalu mengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam. Tumbangnya pohon untuk pembangunan jalan selalu diimbangi dengan aksi penanaman pohon baru. Pada saat kunjungan tim Wasev yang dipimpin oleh Brigjen TNI Agus Firman Yusmono, S.I.P., M.Si., upaya pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon juga menjadi bagian integral dari TMMD. Kehadiran Brigjen Agus bersama Forkopimda, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Sikka Donatus David dan Pj Sekda Sikka Margaretha Molvades Da Maga Bapa, ST., M.Eng., memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Satgas TMMD yang telah mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan utama warga.

/
Penanaman pohon

Brigjen TNI Agus Firman Yusmono memberikan apresiasi atas pelaksanaan TMMD yang sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "TMMD adalah salah satu bentuk nyata pemerintah untuk pemerataan pembangunan. TNI hadir tidak hanya untuk membangun fisik, tetapi juga memberikan solusi bagi kesulitan dan keluhan masyarakat. Seperti pembangunan jalan, MCK, dan bak penampungan air, ini semua adalah bukti nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat," ujarnya.

Senada dengan Brigjen Agus, Ketua DPRD Kabupaten Sikka Donatus David juga memuji kegiatan TMMD yang tepat sasaran. "Apa yang dilakukan TMMD Kodim 1603/Sikka ini sangat tepat. Pembangunan yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," katanya.

Apresiasi juga datang dari Pj Sekda Sikka Margaretha Molvades Da Maga Bapa, ST., M.Eng. yang menyatakan, "Kegiatan ini memberikan dampak besar bagi warga. Saya sangat bangga dengan apa yang dilakukan oleh Kodim 1603/Sikka. Mereka memberikan yang terbaik kepada warga melalui TMMD ini."

Kegiatan Non Fisik
Dalam pelaksanaan TMMD Ke-121, perhatian tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui serangkaian penyuluhan yang sangat bermanfaat. Tim TMMD memberikan berbagai wawasan baru yang relevan dan praktis bagi kehidupan sehari-hari warga. Dalam bidang kesehatan, masyarakat diajarkan tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat dan penyuluhan stunting. Perhatian akan stunting ini tidak hanya sebatas teori, tapi juga secara langsung dengang membagikan PMT ( Pemberian Makanan Tambahan) di beberapa sekolah dasar yang burada di sekiaran lokasi kegiatan TMMD.

.
Kegiatan Non fisik

Dalam rangkaian kegiatan non fisik TMMD Ke-121 merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat secara menyeluruh. Penyuluhan mengenai wawasan kebangsaan, hukum, dan pertanian memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup warga desa. Dengan membekali mereka dengan pengetahuan tentang nilai-nilai kebangsaan, hak dan kewajiban hukum, serta teknik pertanian modern, TMMD Ke-121 berupaya menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat untuk menghadapi tantangan dengan lebih baik dan mandiri.

Perjuangan dan Harapan Baru
Dalam kurun waktu 30 hari, Satgas TMMD bekerja tanpa mengenal lelah, dan perjuangan mereka kini membuahkan hasil yang nyata. Senyum kebahagiaan warga Desa Riit terlihat jelas saat mereka bisa berjalan di jalan baru yang dibangun, tanpa harus melewati jalan setapak yang penuh tantangan. Kini, desa mereka memiliki akses yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih nyaman. Pipa-pipa yang telah terpasang juga mulai mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga, menjadi bukti nyata perubahan yang dihadirkan oleh TMMD.

.

Keberhasilan program TMMD ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah dan TNI bekerja sama, tantangan seberat apapun dapat diatasi. TMMD tidak hanya membangun fisik desa, tetapi juga membangun kebersamaan, gotong royong, dan semangat untuk maju bersama.

Melalui TMMD, bukan hanya jalan yang dibuka, tetapi juga harapan baru bagi masyarakat Desa Riit dan sekitarnya. Setiap langkah yang diambil oleh Satgas TMMD merupakan bagian dari komitmen TNI untuk terus hadir di tengah-tengah masyarakat, mewujudkan pembangunan yang merata, serta memastikan bahwa setiap sudut negeri dapat menikmati hasil pembangunan yang berkelanjutan. Mereka tidak hanya melihat keindahan alam dari ketinggian bukit yang kini mudah dijangkau, tetapi juga melihat masa depan yang lebih cerah di depan mata. Letkol Czi Setiawan Nur Prakoso Utomo menutup dengan pesan yang penuh harapan, “TMMD adalah wujud nyata sinergi antara pemerintah dan TNI dalam menjawab kebutuhan masyarakat di daerah terpencil. Program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan gotong royong. Melalui TMMD, TNI hadir sebagai penggerak perubahan, membawa harapan dan kemajuan yang nyata ke pelosok negeri.”