PLN Arga Makmur Tepis Penilaian Bupati Bengkulu Utara
Wartaprima.com - Pihak PLN Arga Makmur menegaskan pihaknya telah bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur. Hal ini disampaikan menyikapi statemen Bupati Bengkulu Utara yang dinilai memojokan Perusahaan Milik Negara tersebut.
"Salah satu caranya dengan perbaikan di Giri Mulya, jika kita tidak perbaiki gangguan akan lebih sering. Setelah kita melakukan perbaikan frekuensi padamnya lebih sedikit berkurang," sampai Kepala ULP PLN Arga Makmur, Chairul Mustafa kepada Sindo Media, Selasa (27/8/2019).
Chairul menjelaskan, pemadaman pada Sabtu lalu merupakan buntut dari pemeliharaan atas peralihan jaringan di PLTA Tes. Pihaknya menepis statmen sejumlah pihak jika sejumlah kerusakan jaringan dibiarkan oleh petugas PLN. Dirinya menegaskan, kerusakan sering terjadi disebabkan jaringan yang dimiliki merupakan jaringan lama.
"Petugas juga tidak akan dapat bekerja jika jaringan bermuatan listrik, kecuali dengan alat canggih seperti diluar negeri. Pemadaman dilakukan untuk menjaga keselamatan petugas saat memperbaiki jaringan. Kami juga telah memberikan pengumuman kepada masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, terkait kurangnya koordinasi, Chairul mengungkapkan, selama ini PLN Arga Makmur telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait adanya kerusakan jaringan yang terjadi. Pihaknya telah menyurati pihak Kodim 0423, Polres, Pemda dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkulu Utara, sebagai bentuk penegasan meminta bantuan atas kerusakan jaringan.
Bentuk dari kordinasi yang dilakukan, Chairul menambahkan, dapat dilihat dari suksesnya acara pada perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI satu pekan lalu. Pihaknya telah berusaha mengerahkan seluruh petugas untuk kelancaran acara Tahunan ini sepekan sebelum acara digelar.
"Yang diatas tidak tau, padahal kordinasi sudah kami lakukan kepada bawahannya. Tidak benar itu, saya dipanggil pagi-pagi ditelpon oleh Sekertaris Daerah, ada pertemuan coffe morning, ok saya datang. Setelah datang saya malah ditanya seperti itu dibuat sepeti itu kan rasanya. Kami maunya juga tidak ada padam karena pengaruh dengan kinerja kami," sesalnya. (ism006)
