Skip to main content
x
Rutan

Rutan Bengkulu Dorong Pembuatan Kartu Indonesia Sehat Untuk Warga Binaan Yang Tidak Mampu

KOTA BENGKULU - Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu, Farizal Antony melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Medi Ihwandi hari ini, Rabu (18/01) menggelar koordinasi ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipili (Dukcapil) Kota Bengkulu. Medi menjelaskan kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka mencari solusi pemenuhan Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi warga binaan Rutan Kelas IIB Bengkulu.

"Saat ini masih ada sejumlah WBP yang tidak memiliki KTP, hal ini tentu menyulitkan kita dalam melaksanakan fungsi pelayanan bagi mereka. Untuk itu hari ini kita lakukan koordinasi ke Dukcapil Kota untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut," ungkap Medi.

lebih jauh Medi mengatakan, kebutuhan KTP tersebut nantinya akan digunakan dalam pengusulan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi warga binaan yang kurang mampu, serta  dalam pengurusan hal-hal lainnya.

"Saat ini kita masih fokus pada warga binaan yang domisili asalnya dari Kota Bengkulu. Kami punya rencana mendaftarkan sejumlah WBP yang kurang mampu untuk dibuatkan KIS,  tapi masih terkendala karena tidak ada KTP nya," ujar Medi.

Dilain pihak Kepala Dinas Dukcapil, Drs.Widodo menjelaskan, saat ini pihaknya dengan terbuka akan membantu terkait persoalan KTP tersebut. Namun,lanjut Widodo perlu dipastikan terlebih dahulu apakah warga binaan tersebut memang benar-benar belum memiliki KTP.

"Jika mereka memang belum memiliki KTP, tentu harus kita lakukan perekaman. Tapi nanti kita pastikan dulu, karena kalau saya nilai pada dasarnya mereka ini bukan belum
memiliki KTP mengingat rata-rata umur mereka sudah masuk kategori dewasa. Karena itu nanti akan kita lacak, saya minta dilengkapi saja data tempat tanggal lahir dan nama ibu kandung supaya kita bisa mudah melacak NIK nya," ujar Widodo.