Tanjungbalai Akan Ikuti Jejak Kota Bengkulu
Wartaprima.com - Fenomena kota Bengkulu dalam beberapa waktu belakangan ini sudah sampai seantero Indonesia. Dengan pola kerjasama antar daerah tentang pertukaran informasi dan pendayagunaan masyarakat yang religius, Kota Bengkulu dianggap mumpuni menjadi pilot project di Indonesia. Teranyar, Wali Kota Bengkulu mengadakan kerjasama dengan Wali Kota Tanjungbalai, Provinsi Sumatera Utara. Apa saja penilaian Wali Kota Tanjungbalai terhadap program Wali Kota Bengkulu, simak laporannya :
H Akbar (Kominfosan Kota Bengkulu)
Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara adalah sebuah kota yang tidak terlalu besar tapi padat penduduknya. Sekira 60 km persegi dengan jumlah penduduk 154 ribu orang. Kota yang berada di tepi Sungai Silau dan Sungai Asahan, sungai yang terpanjang di Sumatera Utara. Jarak tempuh dari Kualanamu International Airport menuju Kota Tanjungbalai sekira 186 km atau 5 jam perjalanan kendaraan. Kota yang berpenduduk padat ini memiliki 85 persen masyarakat pemeluk agama islam. Roda perekonomian kota ini ditunjang oleh sendi-sendi perdagangan.
Lalu apa hubungannya dengan Kota Bengkulu ?
Ternyata Wali Kota Tanjungbalai H M Syahrial, telah mendengar dan menyaksikan melalui media massa bahwa Wali Kota Bengkulu H Helmi, telah mengubah wajah Kota Bengkulu selama masa kepemimpinannya.
“Kota Bengkulu telah berkembang dengan pesat,” pujinya.
Di tahun 2009 silam, Wali Kota Syahrial, pernah menetap di Kota Bengkulu selama beberapa waktu.
“Saya waktu itu mau ikutan tes masuk Polisi, saya sering lari di Pantai panjang,” kenangnya.
Bahkan lidahnya pun sudah terbiasa dengan masakan Bengkulu. Mengikuti perkembangan Kota Bengkulu, wali kota termuda ini pun semakin tertarik dengan Kota Bengkulu.
Puncaknya pada, Senin (16/12/2019). Wali Kota Syahrial, sepakat mengikat kerjasama dalam pendayagunaan informasi dan masyarakat relijius dengan Wali Kota Bengkulu.
“Kami ingin masyarakat kami disini, juga menjadi masyarakat yang religius seperti bapak Wali Kota Bengkulu lakukan,” paparnya.
Selain itu, ada beberapa program Kota Bengkulu yang bisa diadaptasi di Kota Tanjungbalai. Gerakan Peduli Yatim (GPY) dimana setiap pejabat dilingkup Pemkot Bengkulu wajib mengangkat anak asuh. Gerakan Peduli Siswa (GPS) kegiatan ini memupuk rasa solidaritas diantara siswa untuk saling merasakan kesulitan para siswa yang kurang mampu. Serta cara Pemkot Bengkulu memuliakan tamu selama 3 hari.
Wali Kota Helmi mengaku, sangat bahagia bisa menularkan kebaikan-kebaikan program kerakyatan ke Tanjungbalai. Kosentrasi Pemkot Bengkulu yang menggelontorkan APBD untuk rakyat, pada dasarnya untuk mencapai porsi yang lebih baik dan menyentuh kebutuhan masyarakat,
“Kami tunggu kedatangan pak Wali Kota (Tanjungbalai) dan jajarannya di Kota Bengkulu, silahkan saksikan dan rasakan langsung,” tandas helmi. (Ad/Rd)
