Serap Aspirasi Peserta Ngaji “Kerudung Putih”, Destita Khairilisani Dorong Penguatan Pendidikan Keagamaan
Bengkulu – Anggota DPD RI, Apt. Destita Khairilisani, menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat Kota Bengkulu bersama peserta program Belajar Ngaji Bersama Kerudung Putih, Kamis (19/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00 hingga 13.00 WIB ini dilaksanakan di Rumah Aspirasi Destita, Kelurahan Tanah Patah, Kecamatan Ratu Agung. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tini Rahayu serta masyarakat Kota Bengkulu yang aktif mengikuti program keagamaan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Destita Khairilisani menyampaikan bahwa kegiatan Kundapil tidak hanya menjadi sarana menyerap aspirasi, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat dan pemangku kebijakan. Terlebih, kegiatan ini melibatkan komunitas keagamaan yang memiliki peran penting dalam membangun nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Sejumlah aspirasi disampaikan peserta, di antaranya kebutuhan dukungan fasilitas belajar mengaji seperti Al-Qur’an dan buku Iqra, insentif bagi tenaga pengajar, serta penyediaan tempat belajar yang lebih representatif. Selain itu, peserta juga mengusulkan program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an, pelatihan metode pembelajaran yang lebih efektif, serta dukungan terhadap pendidikan nonformal berbasis masyarakat.
Tak hanya itu, aspirasi juga menyentuh aspek pemberdayaan perempuan, seperti pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu, dukungan usaha kecil berbasis rumah tangga, hingga program peningkatan kapasitas perempuan dalam kegiatan sosial. Peserta juga berharap adanya dukungan berkelanjutan untuk kegiatan majelis taklim dan pembinaan generasi muda berbasis keagamaan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Destita Khairilisani menegaskan bahwa seluruh masukan akan diinventarisasi dan dikelompokkan berdasarkan prioritas serta kewenangan pemerintah, baik di tingkat kota, provinsi, maupun pusat.
“Aspirasi ini akan kami perjuangkan melalui koordinasi dengan instansi terkait agar dapat diwujudkan dalam program yang nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, sejumlah rekomendasi disampaikan, antara lain dukungan fasilitas kegiatan keagamaan, pemberian insentif bagi tenaga pengajar, serta penguatan program pemberdayaan perempuan berbasis komunitas. Selain itu, pemerintah juga didorong untuk menghadirkan program nasional pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dan memperkuat pendidikan keagamaan di masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi peserta program Belajar Ngaji Bersama Kerudung Putih di Kota Bengkulu.
