Hari Ke-19 Pesantren Kilat, Rutan Manna Ajarkan Lima Kunci Meraih Kedamaian Hidup
MANNA — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program Pesantren Kilat yang digelar selama 30 hari atau satu bulan penuh.
Program yang digagas Kepala Rutan Kelas IIB Manna tersebut melibatkan pengurus DKM Masjid At-Taubah Rutan Manna. Peserta kegiatan merupakan tahanan yang telah menyelesaikan masa mapenaling serta narapidana baru.
Memasuki hari ke-19, Pesantren Kilat dilaksanakan di Masjid At-Taubah, Selasa (15/9/2026), mulai pukul 08.30 WIB.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan Staf Pembimbing Kerohanian Rutan Manna, Bima Aditya, S.Sy.
Dalam ceramahnya, Bima menyampaikan bahwa kedamaian hidup bukan berarti seseorang terbebas dari berbagai persoalan. Menurutnya, kedamaian justru lahir dari kemampuan seseorang menjaga ketenangan hati dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia kemudian memaparkan lima kunci untuk meraih kedamaian dalam kehidupan.
Pertama, mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah, seperti menjaga shalat fardhu, memperbanyak dzikir dan doa.
Kedua, rutin membaca dan menghafal Al-Qur’an, melalui bimbingan Iqra, membaca Al-Qur’an, serta menghafalkan ayat-ayat pendek dan doa-doa harian.
Ketiga, memperbaiki akhlak dengan membiasakan diri bersikap jujur, sabar dan pemaaf.
Keempat, bersyukur dan ikhlas menerima takdir, sehingga hati tidak terus dibebani oleh penyesalan maupun kegelisahan.
Kelima, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, antara lain dengan saling menolong dan senantiasa memberikan kebaikan kepada orang lain.
“Kedamaian itu tidak datang dari luar. Ia lahir ketika hati kita terhubung dengan Allah, lisan kita terjaga, dan tangan kita bermanfaat untuk orang lain,” kata Bima.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pembinaan kerohanian menjadi salah satu perhatian utama dalam proses pembinaan WBP.
“Kami tidak hanya ingin membebaskan seseorang dari jeruji, tetapi juga membebaskan jiwanya dari kegelisahan. Melalui Pesantren Kilat ini kami berharap lahir insan-insan yang bertakwa, berakhlak, dan siap menjadi pribadi yang membawa kedamaian di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain ceramah agama, kegiatan juga diisi dengan praktik tata cara shalat fardhu serta sesi tanya jawab keagamaan bersama pengurus DKM Masjid At-Taubah.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib. Para peserta juga mengikuti kegiatan dengan antusias sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus membentuk karakter positif selama menjalani masa pembinaan di Rutan Manna.
