Skip to main content
x
Panen Timun Blewah, Wujud Kemandirian dan Dukungan terhadap Ketahanan Pangan di Rutan Bengkulu

Panen Timun Blewah, Wujud Kemandirian dan Dukungan terhadap Ketahanan Pangan di Rutan Bengkulu

BENGKULU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam membina warga binaan melalui program kemandirian berbasis pertanian. Pada Sabtu (31/5), Rutan Bengkulu sukses melaksanakan panen timun blewah yang ditanam dan dirawat langsung oleh para warga binaan di lahan pertanian dalam kompleks rutan.

Kegiatan panen ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang secara rutin dijalankan oleh pihak rutan. Program ini tidak hanya menjadi sarana untuk mengisi waktu para warga binaan secara produktif, tetapi juga bertujuan membekali mereka dengan keterampilan praktis yang bermanfaat setelah bebas nanti.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyampaikan bahwa hasil panen ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi para warga binaan yang selama beberapa bulan terakhir telah merawat tanaman timun blewah dengan penuh tanggung jawab dan semangat.

“Program pertanian ini tidak hanya bertujuan untuk mengisi waktu warga binaan secara produktif, tetapi juga menjadi bekal keterampilan mereka setelah bebas nanti. Timun blewah yang dipanen ini merupakan hasil perawatan dan kerja keras warga binaan sendiri selama beberapa bulan terakhir,” ujar Yulian.

Ia menambahkan bahwa program kemandirian ini sejalan dengan 13 Program Akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Salah satu fokus utamanya adalah ketahanan pangan, yang juga merupakan bagian integral dari upaya pemerintah mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para warga binaan bisa memiliki rasa percaya diri dan keterampilan yang dapat menjadi bekal kehidupan setelah menjalani masa pidana. Selain itu, kegiatan seperti ini juga membangun kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan di tengah masyarakat,” lanjut Yulian.

Lahan pertanian yang digunakan untuk budidaya timun blewah berada di dalam area rutan dan dikelola secara kolektif oleh warga binaan di bawah bimbingan petugas rutan. Proses penanaman hingga panen dilakukan secara manual oleh para warga binaan, yang telah terlebih dahulu mendapatkan pelatihan dasar pertanian dari petugas pembina.

Program ini juga memberikan manfaat tambahan berupa penyediaan bahan pangan segar bagi lingkungan rutan, serta membuka peluang kerja sama ke depannya dengan pihak eksternal, seperti Dinas Pertanian atau pelaku usaha agribisnis lokal.