Pembangunan Rabat Beton di Desa Ulak Lebar di Pertanyakan Lembaga GMPK Kaur
Kaur, Wartaprima.com - Ada banyak cara untuk pembangunan yang berkualita, sepanjang tidak lari dari perencanaan kualitas dan ketahanan bangunan adalah pokok pertama dalam pembangunan, namun ada banyak temuan material yang diduga direncanakan belum maksimal, salah satunya bangunan rabat beton yang materialnyanya krokos bukan batu koral.
Dalam hal ini, tepatnya di Desa Ulak Lebar, Kecamtan Muara Sahung dari pantauan media Wartaprima.com Rabu, (27/06/18) ada bangunan rabat beton yang akan dibanggun dari anggaran dana desa yang jumlahnya kisaran Rp 300 jutaan.
Ketua TPK Ulak Lebar Sukian (52), mengatakan," jika bangunan rabat beton akan dibangun sepanjang 300 M, memang saat ini papan merk belum dipasang karena belum ada perintah dari pendamping TPD desa, untuk harga material krokos itu Rp 160 juta dan ribu Rp 170 ribu," terang Sukian.
Disisi lain, Ketua GMPK Kaur (Mulfen Suryadi) menyampaikan," jika material yang digunakan untuk pembangunan rabat beton ini disinyalir permainan oleh tim pembuat RAB, sebab tidak ada pembangunan materialnya krokos dan koran bersih, ya kalau krokos tetap krokos begitu juga jika koral bersih atau split ya tetap koral bersih dan spilt, jika dilihat dilapangan krokosnya dicampur pasir lumpur, apakah krokos seperti ini sudah layak digunakan untuk pembuatan bangunan?, saya juga berharap kepada dinas terkait untuk aktif memantau ke lapangan agar dana yang dipruntukan sesuai dan jelas," jelas Mulfen.
Tambahnya, ini adalah bahan kami dari lembaga kontrol dan GMPK yang memang terapliasi ke satgas dan penggunaan dana desa, karena hal yang seperti ini akan kita kemas dan kita jadikan bahan untuk dibawa ke Jakarta, khususnya ketua Satgas dana desa di Kementerian, agar nantinya dana desa dapat dikaji dan tindaklanjuti lagi.
Sampai berita ini dinaikan, Kepala Desa Ulak Lebar belum dapat dikonfirmasi. (Jhon)
