Skip to main content
x
Produk Keterampilan Warga Binaan Rutan Bengkulu Akan Masuk Dalam E-Katalog

Produk Keterampilan Warga Binaan Rutan Bengkulu Akan Masuk Dalam E-Katalog

BENGKULU - Jajaran Rutan Kelas IIB Bengkulu mengikuti kegiatan Sosialisasi Pemasaran Produk Narapidana Melalui E-Katalog Sektoral Kementerian Hukum dan HAM yang dilaksanakan secara virtual pada Senin (19/2). Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada pihak-pihak terkait mengenai sistem pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh narapidana, yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi baik bagi para narapidana maupun masyarakat umum.

Sosialisasi tersebut dihadiri Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Bengkulu, Medi Ihwandi beserta staf Pelayanan Tahanan. Medi juga menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan sebagai tindaklanjut Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH-01.OT.01.01 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Percepatan Perjanjian Kinerja Tahun 2024 di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

"Menindaklanjuti Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH-01.OT.01.01 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Percepatan Perjanjian Kinerja Tahun 2024 di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-08.OT.02.02 Tahun 2024 Tentang Pelaksanaan Pemasaran Produk pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Produktif melalui E-Katalog Sektoral Kementerian Hukum dan HAM Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Hari ini kita mengikuti kegiatan Sosialisasi Pemasaran Produk Narapidana melalui E-Katalog Sektoral Kementerian Hukum dan HAM yang dilaksanakan secara virtual," ungkap Medi.

E-Katalog Sektoral Kementerian Hukum dan HAM sendiri merupakan sebuah platform yang dikembangkan untuk memfasilitasi pemasaran produk-produk dari lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Melalui sistem ini, pihak-pihak yang berminat dapat dengan mudah mencari dan membeli produk-produk yang dihasilkan oleh narapidana, mulai dari kerajinan tangan hingga produk-produk agroindustri. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat dalam mendukung proses rehabilitasi narapidana.

"Dengan semakin terbukanya akses pasar bagi produk-produk narapidana melalui E-Katalog Sektoral Kementerian Hukum dan HAM, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam upaya rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana. Selain itu, hal ini juga menjadi langkah konkret dalam mendukung program-program pembinaan dan pemberdayaan narapidana yang telah digalakkan oleh pemerintah," pungkas Medi.