Skip to main content
x
PW Fatayat NU Bengkulu dan GP Ansor Bengkulu Gelar Ziarah Kubur dan Syukuran Harlah ke-76 dan ke-92

PW Fatayat NU Bengkulu dan GP Ansor Bengkulu Gelar Ziarah Kubur dan Syukuran Harlah ke-76 dan ke-92

Bengkulu – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama dan Harlah ke-92 Gerakan Pemuda Ansor, Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Bengkulu bersama GP Ansor Bengkulu menggelar kegiatan ziarah kubur dan syukuran potong tumpeng pada Jumat (1/5/2026).

Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam para kiai dan tokoh ulama yang telah berjasa dalam perjuangan dakwah Islam di Bengkulu. Ziarah ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus penghargaan atas peran besar para pendahulu dalam membangun dan mengembangkan nilai-nilai keislaman serta ke-NU-an di tengah masyarakat.

Para peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota Fatayat NU serta GP Ansor mengikuti rangkaian doa bersama dengan penuh khusyuk. Dalam suasana yang khidmat, mereka memanjatkan doa agar seluruh amal ibadah para ulama diterima di sisi Allah SWT.

Usai ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan syukuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng. Momentum ini menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Fatayat NU yang telah mencapai usia 76 tahun, serta GP Ansor yang kini memasuki usia 92 tahun.

Ketua PW Fatayat NU Bengkulu, Fatrica Syafri, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan harlah bukan sekadar seremonial, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen dalam berkhidmat kepada umat, bangsa, dan negara. Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan peran aktif dalam pemberdayaan perempuan dan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan GP Ansor Bengkulu menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan solidaritas antarorganisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia berharap sinergi antara Fatayat NU dan GP Ansor terus terjalin dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kebangsaan.

Kegiatan ini berlangsung penuh kebersamaan dan kekeluargaan, serta diharapkan mampu mempererat ukhuwah Islamiyah di antara seluruh anggota. Selain itu, momentum harlah ini juga menjadi pengingat akan pentingnya melanjutkan perjuangan para ulama dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah perkembangan zaman.

Dengan semangat Harlah ke-76 Fatayat NU dan ke-92 GP Ansor, kedua organisasi diharapkan semakin solid, progresif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Bengkulu.