Ratusan Warga Binaan Rutan Bengkulu Tuntas Ikuti Skrining TBC
BENGKULU - Pelaksanaan kegiatan Active Case Finding (ACF) atau Penemuan Kasus TBC Secara Aktif pada warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Bengkulu memasuki hari ke tiga pada Kamis (14/9). Tercatat sebanyak 600 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) baik tahanan maupun narapidana selesai menjalani skrining. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Rutan, Farizal Antony, melalui Koordinator Kegiatan, Mimin Andi Wijaya.
"Hingga hari ke tiga pelaksanaan ACF TBC tercatat sudah 600 orang WBP yang selesai menjalani skrining gejala dan Skrining Chest X-ray (rontgen dada). Dimana target kita kegiatan ini dapat diikuti oleh 634 WBP," ujar Mimin.
Mimin juga menjelaskan dalam satu hari Tim Medis Rutan Bengkulu yang didampingi oleh Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dan Tim Tirta Medical Center mampu mencover pelaksanaan skrining TBC tersebut kepada 200 WBP. Dimana sesuai jadwal kegiatan ACF TBC ini masih menyisahkan satu hari hingga tanggal 15 September mendatang.
"Sisa 34 WBP akan kita lanjutkan besok. Insya Allah besok target skrining pada 634 WBP dapat tercapai," terang Mimin.
Sedangkan terkait hasil skrining tersebut Mimin mengaku pihaknya sudah menyampaikan sampel dahak untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium di Rumah Sakit Bhayangkara. Dimana sampel dahak yang diberikan merupakan sampel dahak WBP yang bergejala. Nantinya hasil pemeriksaan laboratorium tersebut akan menentukan hasil akhir apakah WBP tersebut positf TBC atau tidak.
"Sejauh ini memang ada sejumlah WBP yang bergejala. Hal ini terlihat dari adanya bercak pada paru-paru dari hasil rontgen dada. Tapi belum bisa kita pastikan apakah TBC atau bukan. Untuk memastikannya kita sudah mengirimkan sampel dahak ke RS Bhayangkara guna pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Selanjutnya kita menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk jenis penanganan yang harus dilakukan, " tandas Mimin.
