Skip to main content
x
Rapat Timsus

Rutan Bengkulu Gelar Rapat Pembentukan Satgas Idul Fitri

KOTA BENGKULU - Dalam rangka persiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah Tahun 2023, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu, Senin (10/04) menggelar
rapat pembentukan Tim Satuan Petugas (Satgas) Idul Fitri 1444 H. Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan, Farizal Antony, turut dihadiri oleh Kepala Kesatuan
Pengamanan Rutan, Pebbri Yantoni, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Medi Ihwandi, Kasubsi Pengelolaan, Ganang Mahardiko beserta seluruh staf pegawai Rutan Kelas IIB Bengkulu.

Dalam rapat tersebut Karutan menegaskan bahwa jadwal pengamanan idul fitri akan dilaksanakan selama enam hari terhitung dari lebaran pertama. Adapun pembentukan Satgas tersebut
menurut Karutan diperuntukan sebagai bantuan pengamanan dan pelayanan kunjungan selama perayaan idul fitri 1444 H mendatang. 

"Berdasarkan jumlah staf pegawai yang ada, maka Satgas kita bagi menjadi dua tim dimana masing-masing tim akan bertugas dihari berbeda selama enam hari atau hingga lebaran ke enam.
Untuk itu nantinya saya mohon masing-masing tim dapat bertugas sesuai bagian yang nantinya ditetapkan. Untuk tanggalnya kita menyesuaikan dengan tanggal idul fitri
yang nantinya ditetapkan oleh pemerintah," ujar Karutan.

Lebih lanjut Karutan juga menjelaskan, bahwa untuk perayaan idul fitri tahun ini Rutan Kelas IIB Bengkulu akan mulai memberlakukan kunjungan tatap muka bagi keluarga inti warga binaan.
Dimana nantinya lanjut Karutan masing-masing WBP hanya diperbolehkan menerima satu kali kunjungan selama satu hari. Sedangkan untuk teknis kunjungan imbuh masih tetap memperhatikan
protokol kesehatan.

"Jadi untuk idul fitri tahun ini kita sudah bisa melaksanakan layanan kunjungan tatap muka, untuk itu saya harap masing-masing tim dapat bekerja secara maksimal, mengingat jumlah 
WBP yang ada di Rutan Bengkulu lebih dari 600 orang. Karena itu nantinya mohon kepada masing-masing Kasubsi agar benar-benar dikoordinir, sehingga tidak terjadi hal-hal
yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban," tegas Karutan.