Rutan Manna Perketat Pengawasan Layanan Kunjungan, Kepala Rutan Tegaskan Zero Pungli
Manna – Komitmen dalam memberikan pelayanan prima dan bersih dari praktik pungutan liar (pungli) terus ditunjukkan oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Manna. Pada Selasa (06/10/2026) pukul 08.30 WIB s.d selesai, jajaran Rutan Manna melaksanakan pengawasan intensif terhadap layanan kunjungan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan pengawasan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., dengan melibatkan Staf Pengelolaan, Petugas Penggeledahan Barang dan Badan Pengunjung, Petugas P2U, serta Petugas Layanan Kunjungan. Pengawasan dilakukan mulai dari area pendaftaran, ruang penggeledahan, hingga ruang kunjungan tempat bertemunya keluarga dengan WBP.
Kepala Rutan Manna melakukan pengecekan secara detail terhadap setiap tahapan layanan. Mulai dari proses pendaftaran dan verifikasi identitas keluarga WBP yang berkunjung, prosedur penggeledahan barang dan badan pengunjung yang humanis namun tetap teliti sesuai SOP, pengaturan lalu lintas keluar masuk pengunjung oleh petugas P2U, hingga memastikan suasana kunjungan tatap muka berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi keluarga dan WBP.
Dalam arahannya di sela-sela pengawasan, Kepala Rutan Manna menegaskan dengan keras terkait larangan pungli pada layanan kunjungan.
"Layanan kunjungan di Rutan Kelas IIB Manna adalah hak bagi WBP dan keluarganya, dan sifatnya GRATIS tanpa dipungut biaya sepeser pun. Saya tekankan kepada seluruh petugas, tidak ada toleransi untuk pungli dalam bentuk apapun. Tidak ada jual beli fasilitas kunjungan, tidak ada percepatan layanan dengan imbalan uang atau barang. Semua harus transparan, humanis, dan sesuai SOP," tegas Hannibal.
"Saya juga menghimbau kepada seluruh keluarga WBP yang berkunjung, apabila menemukan atau dimintai sesuatu oleh oknum petugas, jangan ragu untuk melapor langsung kepada saya. Kami telah siapkan kotak pengaduan dan layanan pengaduan langsung. Kami berkomitmen mewujudkan pelayanan Pemasyarakatan yang bersih, PASTI, dan BerAKHLAK," lanjutnya.
Ia menambahkan, pengawasan melekat ini akan terus dilakukan secara rutin dan insidentil sebagai bentuk pencegahan dini terhadap potensi penyimpangan dan masuknya barang terlarang ke dalam Rutan melalui kunjungan.
"Kedisiplinan petugas menjadi kunci utama. Saya minta petugas penggeledahan lebih jeli dan teliti, namun tetap mengedepankan sikap humanis kepada pengunjung. Pastikan tidak ada barang-barang terlarang seperti handphone, narkoba, dan senjata tajam yang lolos masuk ke dalam Rutan," ujar Hannibal.
Sementara itu, salah satu keluarga WBP yang berkunjung mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh petugas Rutan Manna yang dinilai ramah, cepat, dan tidak dipungut biaya.
Kegiatan pengawasan layanan kunjungan ini merupakan implementasi dari komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan zona integritas menuju WBK/WBBM serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Secara keseluruhan, kegiatan pengawasan layanan kunjungan di Rutan Kelas IIB Manna pada hari ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar serta sesuai dengan SOP yang berlaku.
