Tebing Curam Disulap Jadi Jalan, Desa Lagan Fokus Tingkatkan Mobilitas dan Infrastruktur
Wartaprima.com - Komitmen Pemerintah Desa Lagan kecamatan Semidang Lagan kabupaten Bengkulu Tengah, dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan mengatasi isu lingkungan terwujud melalui rampungnya sejumlah proyek fisik strategis. Proyek yang meliputi pembangunan rabat beton, plat deker, dan drainase (siring pasang) ini dipusatkan di Gang Melati, Dusun 2, dan telah ditetapkan sebagai skala prioritas utama desa tahun ini, 02 Oktober 2025.
Kepala Desa, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah bagian dari kegiatan fisik tahun berjalan yang sangat dinantikan. “Kegiatan fisik kita di tahun ini, seperti yang kita lihat, ada rabat beton, plat deker, dan drainase atau siring pasang” ujarnya, merinci infrastruktur yang telah selesai dikerjakan.
Mengubah Tebing Curam Menjadi Jalan Akses Vital, keputusan menjadikan infrastruktur ini sebagai prioritas didorong oleh kebutuhan mendesak masyarakat setempat, khususnya terkait mobilitas dan penanganan air hujan. Area yang kini menjadi rabat beton dulunya merupakan tebing curam dengan kedalaman sekitar 6 meter, kondisi ini sangat menyulitkan aktivitas warga setelah dilakukan penimbunan dan pengerasan dengan rabat beton, akses warga pun berubah drastis.
Salah satu warga mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah setelah adanya rabat beton kami bisa mengangkut hasil panen dengan lebih mudah dan aman. Sebelumnya ini tebing curam, alhamdulillah sudah ditimbun, dibuat rabat beton dan drainase, jadi buat kami sangat bermanfaat. Kami ucapkan terima kasih kepada Kepala Desa,” tuturnya, menekankan manfaat langsung proyek tersebut terhadap sektor pertanian.
Selain itu, pembangunan sistem drainase yang baru juga terbukti vital. Saluran air ini memastikan air dari dataran tinggi dapat langsung dialirkan ke sungai kecil di bawah tebing. Mekanisme ini secara efektif mencegah genangan, luapan air, dan erosi, sehingga mengurangi risiko bencana saat musim hujan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sistem Swakelola
Kepala Desa menjelaskan bahwa seluruh proyek ini dilaksanakan dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui sistem swakelola.
Ini berarti, para pekerja konstruksi direkrut langsung dari warga desa setempat.
“Pekerjanya juga kita swakelola dari masyarakatnya sendiri. Jadi masyarakat sendiri yang mengerjakan,” jelas Kepala Desa.
Model ini tidak hanya menjamin kesesuaian kualitas pekerjaan dengan kebutuhan lokal, tetapi juga berfungsi sebagai pencipta lapangan kerja sementara dan memperkuat rasa kepemilikan warga terhadap aset desa mereka.
Koreksi Teknis dan Serah Terima Resmi
Saat ini,
Kepala Desa secara transparan mengakui adanya sedikit kendala teknis yang ditemukan, yaitu keretakan minor pada struktur akibat faktor alam. Namun, kendala ini telah segera disikapi dan diperbaiki.
"Setelah kita cek ke lokasi punya kendala sedikit, ada keretakan tapi sudah kita sikapi, sudah kita atasi, sudah kita benerin," tegasnya.
Terkait proses administratif, proyek tersebut segera memasuki tahap Serah Terima atau MDST( musyawarah desa serah terima)"Insyaallah akan kita laksanakan dalam waktu dekat ini dan kami akan memastikan seluruh perbaikan diselesaikan demi penyerahan yang sempurna dan resmi. (jajang)
