Di Balik Jeruji, Iman Tak Terbatas: Warga Binaan Nasrani Ikuti Ibadah Virtual
Bengkulu – Sejumlah warga binaan pemeluk agama Nasrani Rutan Kelas IIB Bengkulu mengikuti kegiatan ibadah yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada Rabu (7/5). Kegiatan ibadah ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang rutin diselenggarakan pihak rutan bekerja sama dengan gereja-gereja mitra.
Ibadah virtual dipandu oleh pendeta dan pelayan gereja yang terhubung secara langsung melalui platform digital, memungkinkan para warga binaan tetap mendapatkan siraman rohani meskipun berada di balik jeruji besi. Ibadah dimulai dengan doa pembuka yang dipimpin oleh pelayan gereja, diikuti dengan pujian dan penyembahan yang menggugah hati. Lantunan lagu-lagu rohani yang mengalun dari perangkat audio di ruangan tersebut membawa suasana damai dan haru di antara para peserta. Beberapa warga binaan tampak menundukkan kepala, meneteskan air mata, meresapi setiap bait lagu dan pesan yang disampaikan.
Puncak ibadah ditandai dengan penyampaian firman Tuhan oleh pendeta dari gereja mitra, yang mengangkat tema pengharapan, kasih, dan penguatan iman. Dalam khotbahnya, pendeta menekankan pentingnya tetap menjaga keyakinan dan harapan meskipun tengah menjalani masa pembinaan di dalam rutan.
"Kehidupan di balik jeruji bukanlah akhir dari segalanya. Justru di sinilah kita diuji dan diberi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Biarlah kasih-Nya menguatkan kita semua," ujar sang pendeta dalam siaran langsung yang disambut dengan anggukan para warga binaan.
Sepanjang kegiatan, para warga binaan mengikuti ibadah dengan tertib dan dalam pengawasan petugas rutan. Mereka duduk sesuai dengan pengaturan tempat yang telah ditetapkan, tetap mematuhi protokol internal, dan menjaga suasana tetap kondusif. Kehadiran petugas tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan mental dan spiritual ini.
Usai penyampaian firman, ibadah dilanjutkan dengan sesi refleksi singkat. Dalam suasana hening, para warga binaan diajak untuk merenungkan perjalanan hidup, memperbaiki diri, serta menumbuhkan pengharapan baru. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dipimpin secara daring oleh pelayan gereja, sebagai ungkapan syukur dan permohonan kekuatan untuk menghadapi hari-hari ke depan.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Yulian Fernando melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi mengatakan melalui ibadah daring ini, Rutan Bengkulu membuktikan komitmennya dalam memberikan hak-hak warga binaan, termasuk hak beribadah, serta menghadirkan pembinaan yang holistik demi terciptanya pribadi yang lebih baik pasca pembebasan. Rafijuga menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan ibadah daring ini.
“Kegiatan keagamaan seperti ini sangat penting untuk membangun karakter dan memperkuat mental warga binaan. Kami akan terus mendukung upaya pembinaan spiritual, agar mereka mampu menjalani masa tahanan dengan sikap positif dan harapan baru,” pungkas Rafi.
