Jamaah Masjid At-Taqwa Gelar Pembinaan Keagamaan bagi Warga Binaan Rutan Bengkulu
Bengkulu – Dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, Jamaah Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu menggelar kajian Al-Qur’an bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu pada Rabu (26/2). Kegiatan ini berlangsung di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu dan diikuti oleh sejumlah warga binaan dengan penuh antusias.
Kajian Al-Qur’an ini menjadi wadah pembinaan spiritual bagi para warga binaan agar mereka dapat lebih memahami ajaran Islam, memperbaiki diri, serta menjalani masa pembinaan dengan hati yang lebih tenang dan penuh keikhlasan. Dalam kajian ini, para jamaah Masjid At-Taqwa membimbing warga binaan untuk membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi inisiatif Jamaah Masjid At-Taqwa yang telah bersedia berbagi ilmu dengan warga binaan. Menurutnya, pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses rehabilitasi warga binaan agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan akhlak yang lebih baik.
“Kami selalu berupaya memberikan pembinaan yang komprehensif bagi warga binaan, baik dari segi keterampilan, mental, maupun spiritual. Kegiatan kajian Al-Qur’an seperti ini tentu sangat bermanfaat dalam membentuk karakter mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Yulian.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan semakin banyak warga binaan yang berpartisipasi. “Kami membuka pintu bagi komunitas atau kelompok keagamaan lainnya yang ingin turut serta dalam memberikan pembinaan spiritual kepada warga binaan. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan ilmu yang lebih luas dan mendalam,” pungkas Yulian.
Di akhir kegiatan, para warga binaan mengungkapkan harapan agar kajian Al-Qur’an ini bisa terus berjalan secara rutin. Mereka merasa terbantu dengan adanya bimbingan ini, terutama dalam memahami isi Al-Qur’an yang sebelumnya mungkin sulit mereka mengerti.
Dengan adanya kajian ini, diharapkan warga binaan tidak hanya menjalani hukuman sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum, tetapi juga mendapatkan pencerahan spiritual yang dapat menjadi bekal bagi mereka untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
