Skip to main content
x
Tingkatkan Transparansi, Rutan Bengkulu Siap Implementasikan Katalog Elektronik 6.0

Tingkatkan Transparansi, Rutan Bengkulu Siap Implementasikan Katalog Elektronik 6.0

Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu, pada Rabu (26/02), mengikuti kegiatan sosialisasi pendaftaran calon penyedia bahan makanan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui Katalog Elektronik versi 6.0. Sosialisasi ini dilakukan secara daring menggunakan platform Zoom dan diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Katalog Elektronik versi 6.0 merupakan sistem baru yang dirancang untuk memperbaiki proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemasyarakatan, terutama untuk penyediaan bahan makanan bagi WBP. Dengan sistem ini, proses pengadaan diharapkan dapat menjadi lebih transparan, efisien, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Acara sosialisasi ini diikuti oleh seluruh Rutan dan Lapas di Indonesia, termasuk Rutan Bengkulu. Karutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyatakan bahwa sosialisasi ini penting untuk meningkatkan pengelolaan bahan makanan bagi WBP dengan sistem yang lebih modern dan terorganisir. Dalam sosialisasi ini, pihak Sekretariat Jenderal memberikan penjelasan terkait mekanisme pendaftaran penyedia bahan makanan, mulai dari registrasi hingga proses evaluasi dan pemilihan pemenang.

Karutan Yulian Fernando menekankan bahwa pengadaan bahan makanan yang lebih transparan dan efisien akan mendukung kualitas pelayanan kepada WBP di Rutan Bengkulu. "Dengan adanya Katalog Elektronik versi 6.0, kami berharap dapat mengelola pengadaan bahan makanan dengan lebih baik dan menghindari potensi terjadinya penyimpangan. Kami juga berkomitmen untuk selalu meningkatkan transparansi dalam setiap proses pengadaan," ujar Yulian.

Selama sosialisasi, peserta diberikan pemahaman tentang cara mendaftar penyedia bahan makanan melalui sistem Katalog Elektronik. Petugas dari Rutan Bengkulu menyambut baik informasi yang diberikan, mengingat sistem ini akan memberikan kemudahan dalam pengelolaan pengadaan barang yang lebih baik dan tepat sasaran.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman petugas pemasyarakatan dalam implementasi sistem pengadaan yang baru dan membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas pengelolaan bahan makanan bagi WBP di seluruh Indonesia.