Skip to main content
x

Saat TNI dan Rakyat Bersatu Menyalakan Harapan di Ujung Barito Utara

.

Embun pagi perlahan turun di antara pepohonan rimbun Teweh Timur. Dari kejauhan, terdengar suara alat berat berpadu dengan tawa warga. Di tengah hamparan hijau yang tenang, Desa Jamut kini tak lagi terisolasi seperti dulu. Di sinilah, di jantung pedalaman Barito Utara, lahir sebuah kisah baru kisah tentang semangat, pengabdian, dan cinta tanah air yang diwujudkan lewat TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1013/Muara Teweh.

Program ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ia adalah simbol nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, sebuah wujud nyata dari filosofi “TNI kuat karena bersama rakyat”. Dari tangan-tangan yang bekerja di bawah terik matahari, dari peluh yang menetes di tanah yang subur, lahirlah sebuah perubahan desa yang dulu sunyi, kini berdenyut dengan kehidupan baru.

Jalan Baru, Langkah yang Mengubah Segalanya

.
jalan yang telah di bangun melalui kegiatan TMMD 

Beberapa tahun lalu, jalan menuju Desa Jamut hanya berupa tanah merah berlumpur. Ketika hujan turun, akses tertutup total. Mobil tak bisa masuk, hasil kebun tertahan, anak-anak harus menenteng sepatu agar tak terperosok di lumpur.
Kini, pemandangan itu tinggal kenangan. Melalui TMMD ke-126, dua kilometer jalan cor beton selebar lima meter kini menghubungkan kehidupan warga dari ladang menuju pasar, dari rumah menuju sekolah.

Setiap pagi, anak-anak bersepeda dengan seragam bersih, melintasi jalan baru itu sambil tertawa lepas. Warga membawa hasil panen dengan sepeda motor tanpa takut tergelincir.
“Kalau dulu hujan, kami bisa terjebak lumpur seharian. Sekarang ke pasar tinggal beberapa menit saja,” tutur Pak Dwi, salah satu warga desa, matanya berbinar.

Bagi masyarakat Desa Jamut, jalan baru ini bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah simbol kebebasan kebebasan dari keterasingan, dari kesulitan yang selama bertahun-tahun membatasi ruang gerak mereka.
Setiap meter jalan yang dicor adalah cerita baru tentang harapan, kerja keras, dan tekad untuk maju bersama.

Bekerja Bersama, Tanpa Sekat dan Tanpa Pangkat

Suasana gotong royong begitu terasa di setiap sudut desa. Dari pagi hingga petang, prajurit TNI dan warga bekerja berdampingan: menggali tanah, mengangkut batu, mencampur semen, dan sesekali saling melempar canda. Tak ada jarak antara loreng dan kain sarung, antara tentara dan petani. Semua menyatu dalam semangat “manunggal”.

Selain pembangunan jalan, Satgas TMMD juga mengerjakan berbagai sasaran fisik lainnya: rehabilitasi 10 rumah tidak layak huni, pembangunan 20 unit MCK, 5 titik sumur bor, serta perbaikan gereja dan sekolah. Bahkan, lahan pertanian baru dibuka untuk memperkuat ketahanan pangan warga.

Namun yang paling berharga bukan hanya bangunan yang berdiri, melainkan rasa persaudaraan yang tumbuh di antara mereka.
“Yang kami rasakan bukan cuma pembangunan, tapi kehadiran mereka setiap hari. Mereka ikut makan di rumah kami, bantu angkat air, bahkan main sama anak-anak,” cerita Bu Solehah, warga desa dengan mata berkaca-kaca.
“Buat kami, TNI bukan tamu, tapi keluarga.”

.
Kolonel Inf Agussalim Tuo Dansatgas Kodim1013/Muara Teweh saat tinjau lokasi kegiatan TMMD

Kolonel Agussalim Tuo: “TMMD Adalah Pengabdian Tanpa Batas”

Bagi Kolonel Inf Agussalim Tuo, Dandim 1013/Muara Teweh sekaligus Dansatgas TMMD ke-126, kegiatan ini bukan sekadar agenda kerja. Ia adalah wujud pengabdian yang sesungguhnya.

“TMMD bukan proyek semata. Ini adalah bentuk pengabdian tanpa batas,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh empati.
“Kami datang bukan hanya membawa alat dan bahan bangunan, tetapi juga membawa semangat, keikhlasan, dan tekad untuk membantu masyarakat dengan hati.”

Setiap hari, Kolonel Agussalim turun langsung ke lapangan — bukan hanya untuk memantau pekerjaan, tapi juga untuk berbicara dengan warga, mendengarkan keluhan, dan mencari solusi bersama.
“Selama rakyat tersenyum, selama desa berkembang, berarti tugas kami belum sia-sia,” tambahnya.

Baginya, TMMD adalah cara terbaik untuk menjaga kemanunggalan TNI dan rakyat. Sebab kekuatan bangsa, menurutnya, lahir dari kebersamaan yang tulus.

.
Penyerahaan naskah TMMD ke pada Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, S.T., M.T.,

Sinergi yang Menguatkan: Dari Pinggiran untuk Indonesia

Keberhasilan TMMD ke-126 di Desa Jamut tak terlepas dari sinergi antara TNI dan pemerintah daerah. Dalam acara penutupan, Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, S.T., M.T., hadir langsung memberikan apresiasi tinggi kepada para prajurit dan masyarakat.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada TNI,” ujarnya.
“Program TMMD ini nyata hasilnya. Tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kesadaran, semangat, dan harapan masyarakat di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.”

Ia menambahkan, TMMD adalah contoh nyata bagaimana pembangunan yang dimulai dari desa dapat memperkuat fondasi bangsa dari akar rumput.
“Kolaborasi seperti ini harus terus dijaga. Karena ketika TNI, pemerintah, dan rakyat bersatu, tidak ada yang tidak mungkin,” tegasnya.

Lebih dari Sekadar Membangun: Menyalakan Kesadaran Baru

Selain proyek fisik, TMMD ke-126 juga menghidupkan kesadaran baru melalui program nonfisik. Prajurit TNI bersama instansi terkait memberikan penyuluhan tentang hukum, pertanian, kamtibmas, kesehatan, KB, penanggulangan bencana, hingga pencegahan karhutla.

Di posyandu, ibu-ibu muda antusias mendengarkan penyuluhan tentang pencegahan stunting dan pentingnya gizi seimbang.
“Dulu kami tidak tahu bagaimana cara menjaga pola makan anak agar tidak stunting. Sekarang kami jadi lebih paham,” ujar salah satu kader posyandu dengan senyum bangga.

Tak hanya itu, Satgas TMMD juga melakukan kegiatan penghijauan dengan menanam 500 bibit pohon di sekitar pemukiman dan tepi jalan.
Setiap batang pohon yang ditanam menjadi simbol harapan, bahwa pembangunan sejati bukan hanya soal kemajuan fisik, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan alam dan kehidupan.

.
Kolonel Inf Shofanudin, Ketua Tim Wasev TMMD ke-126 saat datang kelokasi kegiatan TMMD

Tim Wasev: Bukti Hidup Kemanunggalan

Ketika Tim Wasev (Pengawasan dan Evaluasi) datang meninjau hasil TMMD, kekaguman tak bisa disembunyikan.
“Kami melihat hasil yang luar biasa. TMMD bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun semangat dan mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujar Kolonel Inf Shofanudin, Ketua Tim Wasev TMMD ke-126.

Menurutnya, TMMD adalah refleksi dari nilai dasar TNI yang tak pernah luntur dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
“Kemanunggalan ini bukan jargon. Di Desa Jamut, kami melihatnya hidup dalam keseharian,” tambahnya.

Desa yang Kembali Bernyawa

Malam hari di Desa Jamut kini terasa berbeda. Lampu-lampu rumah menyala lembut, menerangi jalan baru yang dibangun bersama. Di balai desa, warga dan prajurit berkumpul, tertawa, berbagi cerita.
Anak-anak berlarian di halaman sekolah yang telah direhab, sementara aroma masakan sederhana dari dapur umum memenuhi udara.

Tak ada lagi sekat antara TNI dan rakyat. Mereka kini satu dalam kebersamaan.
Setiap tawa, setiap jabat tangan, setiap tegukan kopi di malam hari adalah potret persaudaraan yang tumbuh dari gotong royong dan rasa saling percaya.

.
Sasaran pembuatan sumur bor

Menanam Harapan, Menuai Persatuan

Program TMMD ke-126 Kodim 1013/Muara Teweh memang telah selesai, tapi kisahnya tidak berhenti di sini.
Jalan, rumah, sumur, dan MCK yang dibangun hanyalah wujud fisik dari sesuatu yang lebih besar ikatan batin antara TNI dan rakyat, serta semangat membangun bangsa dari akar desa.

Kini, Desa Jamut bukan lagi titik kecil di peta Barito Utara. Ia telah menjadi simbol harapan baru, tentang bagaimana kerja keras, keikhlasan, dan cinta tanah air dapat mengubah wajah negeri ini dimulai dari tempat yang mungkin tak pernah masuk dalam sorotan kamera, tapi menyimpan makna yang begitu dalam.