Rutan Bengkulu Siapkan Kontingen Pramuka untuk Perkemahan Satya Darma Bhakti
Bengkulu – Semangat pembinaan terus ditanamkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bengkulu melalui kegiatan positif dan membangun karakter. Salah satu kegiatan yang saat ini tengah digiatkan adalah latihan pramuka oleh warga binaan dalam rangka persiapan mengikuti acara Perkemahan Satya Darma Bhakti Pemasyarakatan, yang rencananya akan digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu.
Tim pramuka Rutan Bengkulu yang terdiri dari warga binaan aktif mengikuti sesi latihan rutin yang dipandu oleh pembina pramuka yang juga merupakan petugas Rutan. Latihan yang digelar pada um'at (4/7) ini meliputi berbagai keterampilan kepramukaan seperti baris-berbaris, yel-yel, tali-temali, sandi, serta pengetahuan umum tentang kepramukaan dan nilai-nilai kebangsaan. Tidak hanya itu, peserta juga dibekali dengan nilai-nilai disiplin, kerja sama tim, dan semangat gotong royong yang menjadi inti dari gerakan pramuka.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik, disiplin, dan mandiri.
“Kegiatan pramuka ini bukan hanya tentang latihan fisik atau keterampilan teknis, tetapi lebih kepada pembentukan sikap mental dan spiritual yang positif. Kami ingin warga binaan memiliki bekal karakter yang kuat untuk bekal hidup mereka setelah menjalani masa hukuman,” ujar Yulian.
Perkemahan Satya Darma Bhakti Pemasyarakatan sendiri merupakan kegiatan pramuka tahunan yang melibatkan warga binaan dari berbagai UPT Pemasyarakatan di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ajang ini menjadi wadah aktualisasi diri sekaligus sarana menumbuhkan semangat nasionalisme dan rasa tanggung jawab sosial bagi para peserta, terutama warga binaan yang masih menjalani proses pembinaan.
Rutan Bengkulu menargetkan dapat mengirimkan kontingen terbaiknya untuk mewakili dalam perkemahan mendatang dan membawa nama baik institusi. Selain itu, pihak Rutan berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi bagian dari pendekatan pemasyarakatan yang lebih humanis dan berfokus pada pemulihan serta reintegrasi sosial para narapidana.
"Dengan adanya kegiatan pramuka ini, harapannya stigma negatif terhadap warga binaan bisa perlahan terkikis, dan masyarakat bisa melihat bahwa mereka juga mampu berubah serta berkontribusi positif, baik selama menjalani masa hukuman maupun saat kembali ke tengah masyarakat nantinya," pungkas Yulian.
