Skip to main content
x
TNI

TMMD Moris Jaya, Dari Jalan Berlubang Menjadi Jalan Harapan

Oleh: Letkol Kav Delvy Marico, S.E., M.I.P. – Dansatgas TMMD ke-125 Kodim 0426/Tulang Bawang

.Peningkatan badan jalan dalam kegiatan TMMD Ke 125 Kodim 0426/Tulang Bawang

Langkah kaki saya terhenti di ujung jalan tanah yang dulu penuh lubang dan genangan. Kini, jalur sepanjang 1.600 meter itu telah berubah permukaan rata, drainase rapi, dan lima unit gorong-gorong kokoh berdiri menjaga aliran air. Saya menarik napas dalam, mengingat kembali hari-hari penuh keringat saat prajurit dan warga bahu-membahu mengerjakan pembangunan ini.

Saat itulah saya tersenyum. Jalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan denyut baru bagi Desa Sumber Makmur. Saya masih ingat bagaimana Pak Wono, salah satu tokoh kampung, dengan mata berbinar berkata, “Kalau hujan deras, dulu mobil sering terperosok. Sekarang lancar, panen padi bisa cepat keluar.” Ucapan sederhana itu adalah hadiah terbesar bagi kami, prajurit TNI yang datang bukan hanya membawa sekop dan cangkul, tetapi juga harapan.

Rumah Layak, Kehidupan Bermartabat

.Pak Abdul Malik saat menerima kunci secara simbolis

Di sudut desa, saya menyaksikan senyum Pak Abdul Malik saat menerima kunci rumah barunya. Rumah yang dulunya reyot kini berdiri lebih kokoh, dinding bersih dengan cat cerah, atap kuat, dan ruang yang membuat anak-anaknya tidur dengan tenang. Saat beliau berucap, “Anak-anak tidur nyenyak, tak takut bocor lagi,” mata saya ikut berkaca-kaca. Inilah esensi TMMD: menghadirkan martabat melalui hunian yang layak.

Tak jauh dari rumah itu, toren air oranye tegak berdiri, menyalurkan air bersih dari lima sumur bor baru. Saya menyaksikan seorang ibu menenteng ember sambil tersenyum, tak lagi harus berjalan jauh menggali sumur di belakang rumah. Sesuatu yang sederhana, tapi mengubah kehidupan mereka.

Sentuhan Rohani dan Bibit Kehidupan

Bukan hanya fisik yang kami bangun. Saya masih ingat ketika mushola desa usai direhabilitasi: atap baru, dinding dicat ulang, karpet diganti. Seorang bapak tua menyalami saya sambil berucap lirih, “InsyaAllah, mushola ini akan makin ramai oleh jamaah.” Kalimat itu membuat saya yakin, pembangunan spiritual sama pentingnya dengan infrastruktur.

Selain itu, saat kami menyerahkan bibit padi dan ikan lele, anak-anak berlarian riang melihat gerombolan ikan kecil berenang di kolam terpal. Saya tersenyum, karena di balik bibit kecil itu tersimpan masa depan desa: kemandirian pangan, keberlanjutan hidup, dan mimpi yang tumbuh bersama generasi berikutnya.

Sinergi yang Membawa Perubahan

.Kolonel Inf Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., bersama Bupati Tulang Bawang, Drs. Qudratul Ikhwan, M.M.,

Saya merasa terhormat mendampingi Kasrem 043/Gatam, Kolonel Inf Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., bersama Bupati Tulang Bawang, Drs. Qudratul Ikhwan, M.M., saat menyerahkan simbolis hasil pembangunan. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan, “TMMD membawa perubahan nyata. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut demi kesejahteraan bersama.” Tepuk tangan panjang dari warga adalah bukti bahwa sinergi TNI, pemerintah, dan masyarakat benar-benar menghadirkan hasil.

Keringat Prajurit, Senyum Rakyat

Ketika upacara penutupan usai, saya menatap wajah-wajah prajurit saya: lelah, namun penuh kebanggaan. Seorang di antara mereka berbisik lirih, “Semua lelah lunas terbayar.” Dan benar adanya karena senyum warga Moris Jaya adalah energi terbesar bagi kami.

Bagi saya, TMMD bukan sekadar program tahunan. Ia adalah karya kebersamaan, sebuah bukti nyata bahwa ketika TNI, pemerintah, dan rakyat bersatu, perubahan besar bisa lahir. Jalan, rumah, mushola, air bersih, hingga bibit kehidupan semua adalah warisan yang akan terus tumbuh di Moris Jaya.

Hari itu, di bawah langit biru Tulang Bawang, saya belajar satu hal sederhana keringat prajurit adalah senyum rakyat. Dan selama rakyat tersenyum, itulah kemenangan sejati kami.