Skip to main content
x
Foto : Kapolres Kota Kotamobagu AKBP Irwanto ,Sik,MH.

Jembatan MOTABI: Aksi Nyata Polres Kotamobagu Putus Rantai Risiko Warga Jelang Ramadhan

Kotamobagu,WartaPrima.com-Komitmen menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kembali dibuktikan Polres Kotamobagu. Bukan lewat seremoni, melainkan melalui pembangunan Jembatan MOTABI yang dipacu tuntas sebelum Ramadhan. Infrastruktur sederhana ini menjawab persoalan lama yang selama ini dikeluhkan warga.

Foto


Jembatan tersebut dibangun di titik yang selama bertahun-tahun menjadi jalur berisiko bagi pelajar dan masyarakat. Setiap musim hujan, arus sungai yang deras memaksa anak-anak bertaruh keselamatan demi sampai ke sekolah. Orang tua dihantui kecemasan, sementara warga yang hendak beribadah harus ekstra waspada.


Kini, kondisi itu dijawab dengan tindakan konkret. Program MOTABI—yang dimaknai sebagai semangat kasih sayang—dirancang bukan sekadar proyek fisik, tetapi solusi atas persoalan riil yang menyentuh keselamatan dan akses dasar masyarakat.

Foto


Kapolres Kotamobagu, Irwanto, menegaskan bahwa kehadiran polisi tidak boleh berhenti pada penegakan hukum. Institusi kepolisian, katanya, harus mampu membaca kebutuhan warga dan bergerak cepat memberikan jawaban. Pembangunan jembatan ini menjadi simbol keberpihakan pada keselamatan publik.
Dengan adanya jembatan permanen, anak-anak tidak lagi harus menantang arus demi pendidikan. Warga pun dapat menuju masjid dengan aman, terlebih di bulan suci ketika aktivitas ibadah meningkat signifikan pada malam hari.


Proses pembangunan melibatkan personel kepolisian, aparat kelurahan, serta masyarakat sekitar. Kolaborasi ini memperlihatkan wajah gotong royong yang kuat—polisi dan warga berdiri di barisan yang sama untuk menyelesaikan persoalan bersama.


Langkah tersebut sekaligus menegaskan transformasi pelayanan kepolisian yang lebih humanis dan solutif. Polisi tidak lagi dipandang sekadar aparat penindak, melainkan mitra masyarakat yang hadir dengan empati dan tindakan nyata.


Jika rampung sesuai target Ramadhan, Jembatan MOTABI bukan hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara aparat dan rakyat. Dari jembatan inilah pesan kuat ditegaskan: pelayanan publik harus hadir, terasa, dan memberi rasa aman yang sesungguhnya(Bams*/)