Skip to main content
x
Pertemuan Presiden Prabowo dan Macron yang Mengubah Sejarah menandai era baru kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis.

Kesepakatan Prabowo-Macron yang Menjadi Tonggak Sejarah Diplomasi Indonesia–Prancis

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menandatangani kesepakatan besar bertajuk "Visi 100 Tahun", yang menjadi babak baru dalam hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis. Perjanjian ini bukan sekadar dokumen kerja sama bilateral, tetapi sebuah komitmen jangka panjang yang akan membentuk arah diplomasi, ekonomi, dan teknologi kedua negara hingga satu abad ke depan.

Melansir https://incaberita.co.id/category/global/kesepakatan ini lahir dari sejarah panjang hubungan Indonesia dan Prancis yang dibangun sejak era kemerdekaan, dilandasi semangat saling menghormati dan kepentingan bersama. Selama puluhan tahun, kerja sama di bidang pendidikan, teknologi, dan pertahanan telah berlangsung, namun belum pernah dijabarkan dalam visi sekomprehensif dan seberani ini. Kini, melalui Visi 100 Tahun, kedua negara menetapkan langkah konkret menuju masa depan yang lebih terintegrasi.

Dalam kerja sama ini, Indonesia akan mengakuisisi sistem pertahanan modern dari Prancis, disertai dengan pelatihan bersama dan alih teknologi untuk memperkuat kapasitas dalam negeri. Di bidang ekonomi, Prancis akan menanamkan investasi besar pada proyek-proyek infrastruktur ramah lingkungan di Indonesia, dengan prioritas pada pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Sementara itu, kerja sama pendidikan dan riset memungkinkan peneliti dan mahasiswa dari kedua negara mengakses dana riset bersama serta program beasiswa jangka panjang.

Pemerintah Indonesia juga mendorong kerja sama perdagangan dan industri kreatif dengan membuka lebih luas akses produk unggulan nasional ke pasar Eropa, termasuk batik, keramik, dan film. Dengan fondasi seperti ini, kerja sama diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya fosil. Dari sisi politik, perjanjian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Namun, pelaksanaan visi ini tidak tanpa tantangan. Perubahan politik di kedua negara dan dinamika ekonomi global menjadi faktor yang harus diantisipasi. Untuk menjaga keberlanjutan implementasi, kedua pihak sepakat membentuk badan antar-pemerintah yang bertugas mengawal perjanjian ini, menyusun jadwal investasi bertahap setiap lima tahun, dan melakukan evaluasi berkala untuk penyesuaian kebijakan.

Proyeksi jangka panjang dari Visi 100 Tahun menunjukkan bahwa dalam dua dekade pertama, fokus utama akan tertuju pada penguatan infrastruktur dan pertahanan. Memasuki tahun ke-50 dan seterusnya, cakupan kerja sama akan diperluas ke bidang teknologi mutakhir, termasuk antariksa dan komputasi kuantum.

Kesepakatan antara Prabowo dan Macron ini dipandang sebagai langkah monumental yang akan dikenang sebagai titik balik dalam hubungan internasional Indonesia. Dengan pelaksanaan yang konsisten dan kolaborasi lintas sektor, Visi 100 Tahun berpotensi menjadi fondasi bagi kemakmuran dan stabilitas yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Baca berita lainnya : https://incaberita.co.id/shell-jual-seluruh-spbu/