Skip to main content
x
Nasional
Santri Bireuen Saat Menceramahi Pelanggar Lalu Lintas

Unik, Ratusan Santri di Bireuen Beri Ceramah Rohani untuk Pelanggar Lalu Lintas

Wartaprima.com - Para pengendera roda dua dan empat tersipu malu sambil tersenyum. Mereka terjaring dalam operasi zebra rencong 2019 untuk tertib berlalu lintas, Kamis (24/10/2019), mendapat hal yang spesial dan unik dari Satlantas Polres Bireuen.

Uniknya, Satlantas Polres Bireuen juga menghadirkan 46 personel polantas didampingi 473 santriwan atau wati berjubah putih yang memenuhi sudut-sudut kota Bireuen. Mereka didamping polantas menangkap pengendara yang melanggar lalu lintas.

Setelah ditangkap, para pelanggar diperiksa surat-suratnya oleh petugas, sedangkan para santri mengerumuni pelanggar bak gula dikerumuni semut. Kemudian puluhan santri satu persatu memberikan dakwah atau tausyiah kepada pelanggar tentang pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain dalam Islam.

Tidak hanya itu, ada juga para santri yang duduk melingkari pelanggar, serta memanjatkan doa-doa secara langsung agar para pelanggar tertib di muka umum.

Terang saja kejadian unik ini, mencuri perhatian masyarakat bireuen yang melintas, sebagian mereka tertawa, sebagian dari mereka mengabadikan moment bersejarah ini.

Kapolres Bireuen melalui Kasatlantas Polres Bireuen Iptu Sandy Titah Nugraha,SIK menyampaikan, ini merupakan kegiatan pertama di Indonesia, dimana dalam rangka hari santri nasional, berkolaborasi dengan hari operasi zebra rencong 2019,  jajaran Satlantas Polres Bireuen berkolaborasi dengan dayah mas darrussa'adah, melakukan edukasi lalu lintas secara masif.

Tujuannya adalah memberi rasa malu kepada pelanggar lalulintas, memberikan pendekatan secara islami diamana masyarakat Aceh kental dengan syariat islam, serta memberikan panggung aktualisasi para santri untuk mengeksplore kemampuan diri dalam mensyi'arkan agama islam didepan umum.

"Saya bangga dengan ratusan adik-adik santri pada sore hari ini yang bersemangat, mudah-mudahan pelanggar lalu lintas segera jera dan masyarakat Bireuen berubah menjadi lebih tertib dan maju," ujar Kasatlantas Bireuen yang baru menjabat 51 hari ini.

Ditempat berbeda, Ikhsan (21) swasta salah satu yang terjaring razia karena tidak menggunakan Helm, merasa malu, dan bingung harus berbuat apa saat puluhan santri bergantian berdakwah dan mendoakannya didepan umum.

" Saya malu pak, ini lebih terasa dibandingkan ditilang," ujarnya sambil tertawa. (Mh)